BALI EXPRESS- Unggahan video sekelompok turis melakukan ritual erotis di Ubud Bali menjadi sorotan Menparekraf RI Sandiaga Uno.
Ini usai video tersebut diviralkan oleh aktivis sekaligus DPD RI terpilih Niluh Djelantik melalui akun media sosialnya pada Sabtu (11/05) lalu.
Baca Juga: Viral Berkedok Kelas Healing, Sekelompok Turis di Ubud Bali Lakukan Ritual Erotis
Menparekraf Sandiaga Uno pun memberi reaksi dengan menghubungi Niluh Djelantik melalui pesan di Whatsapps.
Hal itu dibagikan langsung oleh Niluh Djelantik melalui akun media sosialnya Instagram pribadinya.
Dalam pesan singkat itu, Sandiaga Uno mengirimkan capture unggahan Niluh Djelantik yang viral terkait sekelompok bule melakukan ritual erotis.
“Aku follow up mbok, terima kasih atas informasinya,” tulis isi pesan Sandiaga Uno kepada Niluh Djelantik.
Niluh Djelantik pun mengapresiasi gerak cepat Menparekraf dalam menyikapi masalah tersebut.
“Gercep menindaklanjuti permasalahan. Gaspol untuk pariwisata yang berkualitas mas Menteri kesayangan,” tulis Niluh Djelantik dikutip pada Senin (13/05).
Sebelumnya, Sebuah video menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar terlihat sekelompok turis melakukan ritual erotis yang berkedok wisata healing.
Dalam video yang diviralkan oleh aktivis Niluh Djelantik, terlihat sejumlah bule baik laki-laki maupun bule perempuan berkumpul pada suatu tempat.
Baca Juga: VAR Digunakan di Laga Bali United vs Persib, Mobil Tiba di Hari H Pertandingan
Mereka terlihat melakukan gerakan-gerakan erotis baik sesama jenis maupun lawan jenis.
Diduga kejadian tersebut berlokasi di daerah Ubud, Gianyar Bali.
Niluh Djelantik pun memention akun Instagram yang diduga menawarkan paket wisata healing dengan gerakan erotis tersebut.
Namun saat ditelusuri akun @pichrich_ telah hilang.
Aksi sekelompok turis itu pun membuat Niluh Djelantik geram karena mencoreng nilai norma dan budaya yang ada di Bali.
“Tangkap dan usir WNA sampah! Jeg ngae leteh gumi Bali nan* c*ng @pichrich_. You have disrespected our island, culture and tradition. We don’t need trashy foreigner like you!” tulis Niluh Djelantik dikutip pada Senin (13/05).