KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, masalah kemacetan masih menjadi hal yang meresahkan.
Kendaraan roda empat kesulitan melintas akibat kerusakan jalan di sejumlah ruas. Kondisi jalanan yang sempit dan terjal semakin mempersulit pengemudi.
Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, mengungkapkan keprihatinan atas kondisi jalan rusak di Nusa Penida.
Menurutnya, perbaikan jalan harus menjadi prioritas demi kelancaran transportasi pariwisata di pulau ini.
"Kemacetan yang terjadi sudah membuat para wisatawan tidak nyaman dan mengeluh selama berkunjung di Nusa Penida," ungkapnya.
Dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Bali, Nusa Penida memiliki infrastruktur terburuk. Jalan yang sempit, terjal, dan rusak membutuhkan perombakan besar-besaran. Wayan Baru menyoroti urgensi perbaikan jalan tersebut.
"Keadaan jalan di Nusa Penida sangat memprihatinkan dan tidak lagi mampu menampung volume lalu lintas saat ini. Perlu segera diperbaiki dan diperbesar, bahkan ditambah dengan pembangunan jalur alternatif untuk mencegah kemacetan," imbuhnya.
Keterbatasan anggaran yang menjadi kendala dalam perbaikan jalan di Nusa Penida seharusnya dapat diatasi dengan dana retribusi sebesar Rp 25 ribu yang ditarik dari wisatawan. Dana tersebut seharusnya bisa diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur di Nusa Penida.
"Jika dana retribusi masih kurang, kita akan mengajukan tambahan anggaran ke pemerintah pusat melalui partai Gerindra," lanjutnya.
Baca Juga: Tumbuh Pesat, AgenBRILink Catatkan Transaksi Rp370 Triliun Sepanjang Kuartal I-2024
Sehingga untuk mengatasi kerusakan jalan terutama di Sebunibus dan Toyapakeh, Baru berharap dapat segera ditangani dengan anggaran yang tersedia. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat mengingat kondisi yang sudah sangat mendesak.
"Kami mempercayakan kepada Pj Bupati Klungkung untuk segera mengambil langkah strategis demi kenyamanan masyarakat dan wisatawan di Nusa Penida," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan di beberapa ruas, termasuk Jalan Bunga Mekar, Pura Kalibun, Pertigaan Klatak Lembongan, dan Klatak Jungutbatu.
"Untuk kerusakan jalan di Sebunibus dan Toyapakeh, akan dilakukan pemeliharaan rutin," ungkapnya.
Namun, terkait penggunaan dana retribusi wisata sebesar Rp 25 Ribu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, menjelaskan bahwa dana tersebut tidak langsung dialihkan untuk perbaikan jalan rusak di Nusa Penida.
Dana tersebut harus dikelola sesuai mekanisme APBD dan digunakan untuk pembangunan infrastruktur secara bertahap, termasuk perbaikan jalan, penataan destinasi wisata, pembangunan fasilitas, layanan kesehatan, pendidikan, pengelolaan sampah, dan layanan umum lainnya.
"Sesuai mekanisme APBD, hasil pungutan retribusi tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap, penataan destinasi, pembangunan fasilitas, layanan kesehatan, pendidikan, pengelolaan sampah, dan layanan umum lainnya, termasuk bagi hasil kepada pemerintah desa," paparnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana