BALI EXPRESS-I Gede Ari Astina atau Jerinx SID mengungkap memiliki harapan besar terhadap sosok yang nantinya maju dalam Pemilihan Gubernur Bali (Pilgub) pada Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @true_jrx, Jerinx menyebut bahwa Bali merupakan ranah internasional.
Oleh sebab itu, Bali membutuhkan sosok pemimpin yang paham kompleksitas persoalan dan bisa berbahasa inggris.
Pemimpin Bali ke depan diharapkan mampu membagi tugas agar tak hanya fokus mengurusi warga lokal sementara WNA semakin semena-mena.
“10-20 tahun ke depan dampaknya akan sangat fatal. Bali ini milik siapa?” tulis Jerinx dikutip pada Rabu (15/05).
Lebih lanjut, Jerinx SID menyebut bahwa siapa pun sosok pemimpin Bali ke depan harus meniru apa yang dilakukan oleh sosok Niluh Djelantik agar Bali tidak dijajah oleh asing.
Baca Juga: AWK Sayangkan Aksi Pemuda Pencari Sesari; Di mana Keberanian Umat Hindu?
“Buka keran komunikasi, aktif turun ke lapangan, konfrontasi para WNA ignoran yang makin merajalela,” imbuhnya.
Suami Nora Alexandra itu juga menyebut bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur harus bisa bekerjasama dalam membagi tugas.
“Gubernur urus persoalan sesama Indonesia, wakil Gubernur halau nafsu WNA yang ingin berkuasa. Atau sebaliknya,” jelasnya.
Unggahan Jerinx SID itu juga memention akun milik Giri Prasta dan juga Rai Mantra.
Baca Juga: Marak Kode Darknet di Sejumlah Tembok Kawasan Bali, Diduga Untuk Pemasaran Narkoba
Sebelumnya, dalam sebuah podcast bersama Scoopygang, Jerinx mengungkap sosok yang didambakan sebagai Gubernur Bali.
“Secara pribadi, Bali membutuhkan pemimpin yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di akar rumput,” ujar penggebuk drum SID itu dalam Bahasa Inggris dikutip pada Sabtu (11/05).
Lebih lanjut, suami dari Nora Alexandra itu mengungkap bahwa sosok itu adalah senator DPD RI terpilih, Niluh Djelantik.
Menurutnya, Niluh Djelantikan merupakan sosok politisi yang telah teruji oleh waktu melakukan penertiban-penertiban terhadap bule-bule yang melakukan keonaran di Bali.
“Kami tidak ingin orang asing yang tidak berguna untuk datang ke rumah kami menghancurkan dan tidak menghargai (Bali),” jelasnya.
Lebih lanjut, Jerinx menilai Niluh Djelantik sebagai sosok pemberani yang berani mendatangi siapapun, tidak peduli seberapa kuat orang itu, namun tetap berani memberitahu bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan di Bali.
“Tidak peduli seberapa tangguh anda, namun ia akan berani mendatangi anda dan memberitahu bahwa itu tidak boleh dilakukan di Bali, tidak peduli dari mana asalmu, pulanglah (deportasi),” ungkap Jerinx.
“Kami mendukung ibu Niluh untuk menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur,” jelasnya.
Editor : Wiwin Meliana