BALI EXPRESS- Owner sekaligus CEO dari SINII Digital Agency akhirnya membuat permohonan maaf secara resmi.
Permohonan maaf melalui sebuah video dan diunggah melalui feed Instagram akun @siniidigital ini dibuat usai permohonan maaf melalui Instagram story mendapat tanggapan sinis dari Niluh Djelantik.
“Beberapa jam sebelum video ini diuplod, kami mendapat banyak sekali DM kritik dan masukan tentang video Gek Bali,” jelas Owner dan CEO SINII Digital Agency Donny Sucahya didampingi oleh dua orang talent yang terlibat dalam pembuatan video Gek Bali dikutip pada Senin (20/05).
Lebih lanjut, Donny Sucahya menyebut bahwa semua konsep dan ide dari konten yang berjudul Gek Bali merupakan ide darinya.
“Tentunya telah mendapat persetujuan dari saya, setiap orang yang ada dalam video tersebut hanyalah talent,” ungkapnya.
Pihaknya menyebut tidak ada niat untuk merendahkan, menyinggung atau menjelekkan pihak mana pun.
“Saya Donny Sucahya, kami meminta maaf sebesar-besar atas kejadian ini, dan fokus akan membuat konten yang mengedukasi dan bermanfaat untuk semua orang,” ujarnya.
Sementara itu, video permohonan maaf managemen SINII Digital Agency pun diunggah ulang oleh Niluh Djelantik.
Aktivis sekaligus senator terpilih itu menyebut permintaan maaf yang dibuat tidak fokus pada pokok permasalahan.
“Perempuan Bali kamu anggap barang. Di postingan kalian, ratusan komentar bernada merendahakn, menjadikan perempuan objek dinilai dengan sejumlah uang. Secara tidak langsung kamu sudah mempromosikan perdagangan perempuan,” tulis Niluh Djelantik pada keterangan video yang dibagikan.
Niluh Djelantik menilai permintaan maaf yang dibuat SINII Digital tidak fokus terhadap masalah yang menjadi persoalan.
“Fokus pada pokok permasalahan mengapa kamu dihujat ribuan orang. Silakan kamu tonton ulang video yang kamu buat. Gak usah ngeles pake alasan coin flip atau apapun namanya,” ujarnya.
Menurutnya, pelecehan dalam bentuk apapun terhadap perempuan tidak dapat ditolelir.
Sebelumnya, Sebuah konten yang diproduksi oleh akun @siniidigital menjadi sorotan warganet Bali.
Pasalnya, salah satu konten yang dibuat oleh akun tersebut diduga berisi pelecehan secara verbal terhadap perempuan Bali.
Konten yang berjudul Gek Bali itu berisi tentang tawar menawar harga seorang perempuan Bali oleh seorang laki-laki.
Dalam video terlihat seorang perempuan yang menggunakan kebaya merah direpresentasikan sebagai perempuan Bali.
“Barang baru lagi nih, Gek Bali. SULE selera Bule,” ucap seorang laki-laki dalam video yang seolah menawarkan perempuan itu kepada seorang laki-laki.
“Dia jago kali bikin sate lilit, aromanya sambel matah, tapi ini versi halalnya,” ujar laki-laki dalam video dikutip dalam video yang beredar di media sosial, pada Senin (20/05).
Kemudian pria tersebut juga menyebut bahwa perempuan tersebut memiliki kekurangan bahwa pada siang hari suka berisik karena suka ASMR tes kriuk.
“Open nya berapa,” tanya seorang laki-laki.
“Full versi kayak gini, 5 juta,” jawab laki-laki dalam video.
Baca Juga: Konten Gek Bali Diduga Lecehkan Perempuan Bali, Kreator SINII Digital Akhirnya Minta Maaf
Namun tanpa diduga si pri satunya menyebut bahwa harga tersebut kemahalan dan menawar dengan harga Rp 3 juta.
Namun tak mau harga ditawar, si pria satunya kembali membeber kelebihan si perempuan yang disebut Gek Bali itu.
Ia menyebut bahwa rambut yang dimiliki perempuan tersebut seperti senja di Pantai Kuta.
“Anak-anak Sini Digital ga usah jauh-jauh datang ke Bali buat lihat senja, nih liat rambutnya, Senja Kuta,” ujar laki-laki tersebut.
Namun setelah si laki-laki menyebut bahwa si perempuan bisa main mata dengan nyeledet (Gerakan mata dalam tarian Bali), si pria satunya pun sanggup membayar perempuan tersebut dengan harga Rp 9 juta.
Editor : Wiwin Meliana