Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desa Darmasaba Terus Bebenah, Siapkan Wilayah Ramah Pariwisata

P
Pelaksanaan Workshop Penguatan Kapasitas Prajuru Desa Adat dalam Tata Kelola Pariwisata Berbasis Nilai Lokal digelar di Kantor Desa Darmasaba, Sabtu (13/6). (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Pelaksanaan Workshop Penguatan Kapasitas Prajuru Desa Adat dalam Tata Kelola Pariwisata Berbasis Nilai Lokal digelar di Kantor Desa Darmasaba, Sabtu (13/6). (Resa Kertawedangga/Bali Express)

Advertisement

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, kini terus mengoptimalkan kondisi wilayah agar ramah pariwisata.

Pembenahan dan penataan pun terus dilakukan sesuai dengan muatan lokal yang dimiliki.

Bahkan pada Sabtu (13/6), digelar Workshop Penguatan Kapasitas Prajuru Desa Adat dalam Tata Kelola Pariwisata Berbasis Nilai Lokal digelar di Kantor Desa Darmasaba.

Kegiatan tersebut pun digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan perangkat desa dalam mengembangkan wilayah yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

Begitu juga upaya untuk mengangkat isu pengelolaan sampah berbasis komunitas yang selama ini dijalankan melalui TPS3R Pudak Mesari Desa Darmasaba.

Advertisement

Perbekel Desa Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengatakan, dalam workshop yang digelar tim PKM Universitas Warmadewa memberikan perspektif baru terkait pengelolaan pariwisata yang berbasis potensi lokal sekaligus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam materi yang diberikan tidak hanya menyasar perangkat desa, tetapi juga berbagai elemen masyarakat agar memiliki pemahaman yang sama mengenai potensi yang dimiliki Desa Darmasaba.

"Kegiatan ini memberikan materi kepada perangkat desa, stakeholder lainnya, pemuda peduli lingkungan, TPS3R, serta ibu-ibu supaya mereka mendapatkan informasi terkait tata kelola pariwisata berbasis kekayaan lokal dan perspektif baru tentang pariwisata," ujar Surya Prabhawa.

Pihaknya menyebutkan, sejak awal pemerintah desa sejatinya tidak memiliki keinginan untuk mendeklarasikan wilayahnya sebagai desa wisata.

Menurutnya, fokus utama yang dilakukan adalah menata kawasan agar nyaman, asri, dan ramah bagi aktivitas pariwisata.

Advertisement
Editor : Putu Resa Kertawedangga

Artikel Terkait

Dispar Bali Ingatkan Pelaku Pariwisata Antisipasi Banjir dan Longsor pada Musim Hujan 2026–2027

Dispar Bali Ingatkan Pelaku Pariwisata Antisipasi Banjir dan Longsor pada Musim Hujan 2026–2027

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali meminta pelaku usaha pariwisata meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026–2027.

LPK Hospitality di Bali Masih Diminati, Lulusan Dibidik Isi Kebutuhan Industri Pariwisata

LPK Hospitality di Bali Masih Diminati, Lulusan Dibidik Isi Kebutuhan Industri Pariwisata

OTC Bali pada Wisuda X OTC Bali 2026 ini melepas sebanyak 601 wisudawan dari berbagai cabang, dan disiapkan untuk penempatan kerja melalui jaringan hotel serta industri

Jadi Ajang Promosi Pariwisata, Rider dari 25 Negara Jelajahi Bali Lewat BMW Motorrad Days 2026

Jadi Ajang Promosi Pariwisata, Rider dari 25 Negara Jelajahi Bali Lewat BMW Motorrad Days 2026

BMW Motorrad Days Bali 2026 menjadi event berkumpulnya rider dari 25 negara. Acara yang sebelumnya digelar setiap dua tahun  di Jerman ini, kini menjadi promosi pariwisata Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer