Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bantuan Yatim Piatu Sedang Berproses, Kakak Beradik di Bontihing Justru Meninggal Bunuh Diri

Dian Suryantini • Selasa, 28 Mei 2024 | 14:02 WIB

 

Almarhum Putu Yasa sudah yatim piatu sejak 4 tahun lalu. Tapi tak juga dapat bantuan yatim piatu.
Almarhum Putu Yasa sudah yatim piatu sejak 4 tahun lalu. Tapi tak juga dapat bantuan yatim piatu.

SINGARAJA, BALIEXPRESS – Almarhum Putu Yasa (usia 5 tahun) tewas bersama kakaknya, Ketut Sutama (23) dalam bunuh diri di jembatan Tukad Bangkung, Badung.

Keduanya merupakan dari tiga bersaudara. Kakak tertua mereka adalah Luh Somatini yang mengalami disabilitas. Somatini diajak oleh pamannya untuk tinggal di Sibang, Badung.

Sedangkan kedua almarhum sebelum tewas bunuh diri, tinggal berdua di rumah kecil warisan orangtuanya di Bontihing, Kubutambahan.

Yang mengejutkan di balik kematian keduanya adalah terungkap bahwa mereka sudah yatim piatu sejak sekitar empat tahun lalu.

 

Hal itu diungkap kakak ipar almarhum, Ni Luh Resmini.

"Baru usia 10 bulan sudah ditinggal orangtuanya,” ujar Resmini, Senin (27/5).

Praktis sejak kecil, Yasa diasuh kakaknya, Ketut Sutama. Sedangkan kakak tertuanya, Somatini juga menyandang disabilitas. Yakni tulang punggungnya bengkok.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra mengatakan, anggota keluarga almarhum Ketut Sutama telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bantuan kebutuhan pokok telah didapatkan oleh pihak keluarga. Bantuan itu didapatkan sejak kedua orangtuanya masih hidup.

Baca Juga: Yatim Piatu Sejak Usia 10 Bulan, Putu Yasa Korban Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung Menderita Gizi Buruk

“Mereka dapat bantuan dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Seluruh anggota keluarganya dapat. Kecuali yang paling kecil karena belum masuk dalam KK saat itu,” kata dia.

Setelah kedua orangtuanya meninggal, maka terjadi perubahan data. Anggota keluarga almarhum Ketut Sutama masuk dalam keluarga yatim piatu.

Jika mengacu pada pernyataan Ni Luh Resmini, kakak ipar almarhum, mereka sudah jadi yatim piatu sejak empat tahun lalu.

Sementara kakaknya mendapat bantuan dari program disabilitas serta bantuan yatim piatu.

Namun, belum sempat menikmati bantuan tersebut, Ketut Sutama dan Putu Yasa telah meninggal dalam bunuh diri di jembatan Tukad Bangkung. 

“Data mereka sudah diusulkan oleh pihak desa. Sebelumnya mereka juga dapat PKH. Terakhir karena ortunya meninggal sehingga dilakukan update data lagi sehingga bantuannya belum cair karena mesti update dulu ke program Yatim Piatu agar bisa dicairkan dari Kementerian Sosial RI,” ungkap Kariaman.

Sementara itu donasi untuk keluarga almarhum terus mengalir. Sumbangan dari Pj Gubernur Bali dan komunitas sosial juga diserahkan pada Senin (27/5) di rumah duka. ***

Editor : Y. Raharyo
#desa bontihing #bunuh diri di jembatan tukad bangkung #Jembatan Tukad Bangkung #bunuh diri #badung #buleleng