Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE Rencana Tawuran Antargeng Pelajar SMP di Bali Digagalkan Polisi, Terkuak Anggota Gaza Denpasar Capai 80 Orang

I Gede Paramasutha • Selasa, 28 Mei 2024 | 20:57 WIB

 

Aparat Polsek Denpasar Utara membina belasan pelajar SMP yang berencana tawuran di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali.
Aparat Polsek Denpasar Utara membina belasan pelajar SMP yang berencana tawuran di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Polsek Denpasar Utara telah memeriksa keterangan puluhan remaja yang diamankan usai merencanakan tawuran di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Balu pada Jumat, 24 Mei 2024.

Gerombolan anak SMP yang berselisih hingga merencanakan tawuran itu diketahui adalah bagian dari geng yang disebut Gaza Denpasar (GD) menghadapi kelompok lainnya.

Bahkan terkuak bahwa anggota geng yang tengah viral di media sosial tersebut mencapai 80 orang.

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan bahwa mereka rata-rata anak di bawah umur dan berstatus pelajar SMP di Denpasar.

Sebagaimana diketahui, Polsek Denpasar Utara melakukan pencegahan dengan menelusuri informasi akan terjadi tawuran antara geng Gaza Denpasar vs Menteng Pride di Lapangan Lumintang, Denpasar.

"Kelompok itu sebelumnya saling tantang melalui media sosial," ujarnya, Selasa, 28 Mei 2024.

Personel Opsnal Polsek Denpasar Utara dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Putu Carlos Dolesgit pun menunggu di lokasi yang direncanakan tersebut dan memang benar ada gerombolan anak-anak dibawah umur yang datang sekitar pukul 01.00 Wita. 

Namun, gerombolan itu kabur saat didekati dan polisi dapat mengamankan satu anak inisial EPH yang membawa senjata tajam samurai.

Dari pengakuan EPH, dirinya dari geng GD yang memiliki titik kumpul di Jalan Himalaya I C, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar.

Sehingga, petugas mengecek ke titik kumpul itu dan dapat diamankan 21 remaja anggota geng GD lainnya.

Mereka berinisial KAAP, SAH, VCPP, DGAS, ZFM, MPG, MAP, PRP, KPR, KAYDP, GBP, MDK, MKA, SR, PLD, KAM, KBKSW, KRAS, GLAP, MPG, KTBL.

Bahkan ditemukan juga senjata tajam lagi berjenis celurit. "Selanjutnya anak-anak tersebut dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk dilakukan pembinaan," tambah mantan Kapolresta Denpasar tersebut.

Dari hasil interogasi, diketahui geng Gaza Denpasar ini memiliki anggota 80 orang.

Ada beberapa orang yang menggerakkan mereka sebagai admin dalam WA grup, yaitu MR, MM, LN, BC, MD, RV.

Geng itu memiliki dua titik kumpul, pertama di Jalan Himalaya Denpasar dan kedua di sebuah warung daerah Desa Sibang, Abiansemal, Badung.

Disinggung mengenai keresahan masyarakat terkait beredarnya video kekerasan sampai berdarah yang disebut-sebut dilakukan oleh anggota geng Gaza Denpasar, Jansen mengaku hal itu masih didalami kebenarannya.

Langkah yang sudah diambil oleh Polsek Denpasar Utara bersama Unit PPA Polresta Denpasar berkaitan dengan geng itu, yakni memanggil orang tua mereka agar datang ke Mapolsek. 

Kepolisian juga berkoordinasi dengan Disdikpora Kota Denpasar dan kepala sekolah tempat para pelaku menimba ilmu.

Mereka bertemu untuk bersama mencari solusi dari kejadian tersebut.

Hasilnya, orang tua, perwakilan dari Disdikpora Kota Denpasar dan para Kepala sekolah yang hadir membuat kesepakatan akan bersama-sama melakukan pembinaan kepada anak-anaknya, agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum melalui pernyataan tertulis dan testimoni bersama. 

Setelah dibina di Mapolsek, anak-anak yang sebelumnya diamankan polisi dikembalikan kepada orang tua untuk dibina lebih lanjut.

 "Para orang tua yang hadir sepakat akan lebih memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak mereka, serta membina supaya tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum," imbuhnya. 

Ke depannya, perwakilan Disdikpora sudah sepakat akan merapatkan para kelapa sekolah SMP se-Kota Denpasar untuk mengambil dan menentukan langkah-langkah pembinaan kepada para siswanya.

Lalu, para kepala sekolah akan mengumpulkan semua orang tua siswa untuk bersama-sama melakukan pendekatan dan pembinaan kepada anak-anaknya. 

Berkaca dari kasus ini, Jansen mengajak semua pihak terutama orang tua untuk sama-sama belajar, mengawasi, berikan perhatian, kasih sayang, serta luangkan waktu untuk komunikasi dengan anak-anak karena anak sedang memasuki masa-masa yang rawan akan pengaruh dari lingkungan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#tawuran #bali #geng #denpasar