Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

2 Pencuri Motor yang Ditangkap di Tabanan Terkenal Ramah, Sering Traktir Tetangga Minum Miras, Sudah Pernah Kirim Motor ke Jawa

Y. Raharyo • Minggu, 2 Juni 2024 | 04:12 WIB

 

Ilustrasi curanmor.
Ilustrasi curanmor.

BALIEXPRESS - Drama penangkapan dua pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) di Tabanan pada Kamis malam (30/5) sekitar pukul 19.50 Wita, menjadi bukti bahwa keramahan palsu bisa menipu siapa saja.

Awalnya, warga di Perumahan Karania Graha II Blok C, Banjar Dinas Dukuh Pulu Tengah, Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan, tidak menaruh curiga terhadap Emat dan Ainul Yakin.

Di mata para tetangga, Eman dan Ainul Yakim dikenal ramah. Bahkan, keduanya suka mentraktir warga sehingga warga merasa nyaman saja.

Namun, di balik keramahan tersebut, Emat dan Ainul Yakin menyimpan rahasia kelam. Mereka ternyata adalah pelaku curanmor yang lihai mengelabui tetangga mereka.

Penangkapan tak terduga ini terjadi saat sidak yustisi penduduk pendatang (duktang) yang dilakukan oleh Polsek Selemadeg Timur bersama pemerintah desa dan desa adat.

Kecurigaan polisi muncul saat Emat dan Ainul Yakin panik dan berusaha kabur saat didatangi di kontrakan mereka.

"Melihat gelagat mencurigakan itu, kami langsung mengejar dan berhasil menangkap mereka," ujar Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana dilansir dari radarbali.id (Grup Jawapos), Sabtu (1/6/2024).

Setelah menangkap Emat dan Ainul Yakin, polisi kemudian menggeledah kontrakan mereka. Dan betapa terkejutnya mereka saat menemukan 5 unit sepeda motor tanpa plat nomor tersimpan di dalam rumah itu!

"Di antaranya tiga unit Honda CRF 150 L, satu unit Honda Scoopy hitam putih, satu unit Honda Beat warna silver, dua unit motor lainnya tanpa plat, serta sejumlah kunci motor dan plat nomor palsu," jelas AKP Artadana.

Dari pengembangkan lebih lanjut, polisi berhasil mengamankan tujuh sepeda motor.

Terbongkarnya identitas Emat dan Ainul Yakin sebagai pelaku curanmor, membuat Jero Ari, salah satu warga perumahan, merasa tertipu.

"Saya tidak menyangka sama sekali," ujarnya.

Apalagi, menurut Jero Ari, kedua pelaku terkenal ramah dan baik terhadap tetangga. 

"Mereka ini sering mentraktir warga minum (miras)," katanya.

Dia mengatakan, sebelum Lebaran, kedua pelaku sudah pernah terlihat mengirim sepeda motor ke Jawa menggunakan mobil boks dan pikap.

"Tapi kami waktu itu tidak curiga. Juga tidak pernah tanya," jelas dia.

Dia menjelaskan, kedua sudah menempati rumah kontrakan itu sejak sebelum Lebaran.

Dikatakan Jero Ari kembali, dua orang pelaku ini selalu pulang larut malam. Namun ia tidak pernah merasakan curiga terhadap gerak geriknya.

Kini, Emat dan Ainul Yakin ditahan di Polsek Selemadeg Timur untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga sedang menyelidiki apakah mereka terkait dengan kasus curanmor lainnya di Tabanan.

Sebab, beberapa waktu lalu, wilayah Tabanan banyak laporan kasus pencurian sepeda motor.

Terbongkarnya kasus pencurian dari sidak duktang diapresiasi Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes. Dia pun memerintahkan seluruh jajarannya meningkatkan sidak yustisi terhadap penduduk pendatang (duktang) bersama pemerintah desa.

Baca Juga: Tak hanya di Kintamani Bali, Glamping Ini Berada di Tengah Sawah Karangasem: Dekat Candi Dasa dan Pura Besakih, Cocok untuk Healing

Katanya, sidak duktang bisa menjadi salah satu upaya mengantisipasi tindak kejahatan di tengah masyarakat.

"Kami juga meminta warga segera melapor bila ada kondisi mencuriga terhadap aktivitas masyarakat," kata dia. ***

Editor : Y. Raharyo
#pencuri motor #curanmor #tabanan