DENPASAR, BALI EXPRESS - Kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi di wilayah Denpasar dan Badung, Bali sejak akhir Mei 2024.
Di tengah kelangkaan elpiji 3 kg tersebut, viral video seorang pria yang menyebut kelangkaan terjadi karena ulah oknum pengoplos gas.
Dalam video yang beredar, pria mengaku bernama Wayan Setiawan membeberkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg ini karena dioplos (Gas subsidi dimasukkan ke tabung besar untuk dijual dengan harga non subsidi, Red).
Pria itu bahkan menyebutkan ada dua pengoplos terbesar yang berlokasi di Mengwi, Kabupaten Badung.
Setiawan pun menyinggung kepolisian perihal dugaan tersebut dan meyakini aparat mengetahui masalah ini.
"Semeton ini saya ngomong ya. Nanti tolong bisa dishare video ini. Gas langka karena dioplos.
Setiawan mengungkap ada dua tempat pengoplos besar, yakni di Kecamatan Mengwi, Badung.
"Ada dua tempat pengoplos terbesar di Kecamatan Mengwi, Badung. Kalau petugas dari Polda, sampai Polres, sampai Polsek, sampai Bhabinkamtibmas tidak tahu itu lucu," ucapnya.
Apabila polisi benar-benar tidak mengetahui tempat pengoplos tersebut, Setiawan akan mengantar petugas ke lokasi yang dimaksud.
Pria ini menyatakan siap mempertanggungjawabkan ucapannya tersebut.
"Saya perlu tunjukan? Nanti saya antar. Suruh polisinya datang ke rumah saya. Saya yang antar (ke tempat pengoplos). Sekian terimakasih. Saya Wayan Setiawan bertanggungjawab dengan omongan saya. Silahkan share (video) tidak apa-apa," imbuhnya.
Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono yang dikonfirmasi mengenai video viral Wayan Setiawan mengatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut.
Mengingat dugaan tindak pidana terkait pengoplosan gas disebutkan terjadi di wilayah hukumnya.
"Kami akan menindaklanjuti (informasi, Red) untuk penyelidikan lebih lanjut," jawabnya. (*)
Editor : I Made Mertawan