DENPASAR, BALI EXPRESS- Beredar di media sosial rekaman video yang menunjukan gelombang pasang dan air laut yang tinggi di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana menyampaikan, berdasarkan data model gelombang dari BMKG, menunjukkan bahwa tinggi gelombang di Pesisir Selatan Bali diperkirakan berada dalam kategori sedang, yaitu mencapai ketinggian 2,5 meter.
“Jika dilihat dari data pasang surut pushidros untuk lokasi Benoa, menunjukkan bahwa ketinggian pasang untuk hari kemarin mencapai 2.5 meter,” katanya Kamis, 6 Juni 2024.
“Ketinggian itu merupakan nilai pasang tertinggi dalam seminggu terakhir. Kondisi seperti ini kemungkinan masih akan terjadi hingga 3 hari ke depan,” tambahnya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat umum, nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di perairan selatan Bali.
“Yang terpenting adalah agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca / iklim ekstrem,” pesannya.
Pun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah perairan Bali pada 6 hingga 8 Juni 2024.
Informasi ini berdasarkan prakiraan cuaca harian yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah III Denpasar.
Kondisi cuaca umum di Bali saat ini umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang secara tidak merata di wilayah barat, tengah, timur, dan selatan.
Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 65 hingga 95 persen.
Angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 38 kilometer per jam.
Di perairan utara Bali, tinggi gelombang laut diperkirakan antara 0,75 hingga 2,5 meter, sementara di Selat Lombok berkisar antara 0,75 hingga 2,5 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh suhu muka laut yang berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celcius di sekitar wilayah Bali dan massa udara basah yang terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 850 mb (1.500 meter).
"Peringatan dini ini sangat penting untuk diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di laut," tulis Rentin.
"Kami mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari agar waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai dua meter atau lebih di perairan selatan Bali,” imbuhnya.
BMKG memperkirakan bahwa selama tiga hari ke depan, cuaca di Bali secara umum akan cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang tidak merata.
Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 5 hingga 40 kilometer per jam. Tinggi gelombang laut di perairan utara Bali diperkirakan antara 0,25 hingga 1,25 meter, di perairan selatan Bali antara 0,75 hingga 2,5 meter, di Selat Bali antara 0,5 hingga 2,5 meter, dan di Selat Lombok antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Rentin juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami juga meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi dari BMKG, khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem, dan menghubungi BPBD Provinsi Bali atau BPBD kabupaten/kota terdekat jika terjadi kejadian bencana," tambahnya.
Masyarakat dapat menghubungi BPBD Provinsi Bali di nomor 0361-251177 untuk informasi lebih lanjut atau bantuan darurat. (*)
Editor : I Made Mertawan