BANGLI, BALI EXPRESS- Jro Mangku Tedja Kandel, penekun spiritual Bali itu tinggal kenangan.
Mangku Tedja meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Bangli pada Kamis, 6 Juni 2024.
Siapa Mangku Tedja? Mangku Tedja merupakan warga Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli.
Mangku Tedja lahir pada tahun 1913. I Made Teja, anak Mangku Tedja mengatakan ayahnya seorang penekun spiritual.
Mangku Tedja menekuni ilmu kadyatmikan sejak tahun 1953 atau saat berusia sekitar 40 tahun.
Menurut Teja, ayahnya menjadi penekun spiritual karena memang warisan dari leluhurnya.
Banyak lontar warisan leluhurnya. “Kakek saya juga sama (penekun spiritual,Red),” kata Teja ditemui di rumah duka pada Jumat, 7 Juni 2024.
Meski sudah mendapat warisan lontar dan berguru dari ayahnya, Mangku Tedja ternyata pernah keliling belajar spiritual bersama seorang rekannya asal Singaraja, seperti ke Banten, Madura dan lainnya.
Singkat cerita, Mangku Tedja yang juga dikenal dengan ilmu pangleakan ini mendalami ilmu pengobatan tradisional Bali sekitar tahun 1970.
Tak terhitung jumlah orang sakit sembuh di tangan Mangku Tedja. Mereka tak hanya dari Bali, ada juga dari luar negeri.
Tidak hanya itu, Mangku Tedja juga suka berbagi ilmu. Banyak orang berguru darinya
Mereka belajar dari Mangku Tedja untuk menyembuhkan orang sakit dengan metode pengobatan tradisional Bali, meditasi dan ilmu lainnya.
“Orang dari Prancis belajar spiritual, pengobatan tradisional, dokter ahli dari Meksiko, ada dari Jepang,” sebut Teja.
Kemudian orang-orang Bali yang berguru dari Mangku Tedja juga jauh lebih banyak dan beragam profesi.
“Muridnya banyak sekali di Bali,” tegas pria berusia 74 tahun itu.
Pada saat usianya sudah sangat lingsir (tua), Mangku Tedja masih tetap semangat mengobati termasuk beberapa kegiatan spiritual lainya, meskipun sudah mengalami gangguan penglihatan.
Baca Juga: Pemkab Badung Anggarkan PKB 2024 Sebesar Rp7,7 Miliar, Siap Ikuti 24 Materi
“Iya, sebelum meninggal masih biasa aktivitasnya membantu (mengobati,Red) orang-orang,” kata keponakan Mangku Tedja, I Wayan Suastika.
Suastika mengungkapkan bahwa Mangku Tedja meninggal pada usia 111 tahun karena stroke hemoragik.
Sebelum berpulang buat selamanya, Mangku Tedja sempat menjalani perawatan di RSUD Bangli selama 5 hari. (*)
Editor : I Made Mertawan