DENPASAR, BALI EXPRESS - Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali Prof. I Gede Arya Sugiartha mengonfirmasi bahwa persiapan untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI sudah mencapai tahap akhir.
PKB tahun ini mengusung tema "Jana Kerti Paramaguna Wikrama" dijadwalkan berlangsung mulai minggu depan, tepatnya pada 15 Juni 2024.
“Sekarang kami membangun tempat pawai saja di depan Bajra Sandi itu kan sudah mulai dibangun, itu udah mulai kemarin. Kalau di Taman Budaya sudah tinggal hari H aja. Kalau materi sudah selesai semua, tinggal jalan saja," jelas Prof. Arya Sugiartha.
Tema PKB tahun ini mengedepankan konsep "Jana Kerti," yang bermakna harkat martabat manusia unggul.
Tema ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang mengusung nilai-nilai berbeda dalam tradisi Sad Kerti.
"Karena temanya berbeda kan, tampilannya berbeda. Temanya kan sekarang Jana Kerti, jadi kita banyak imbauan tentang tokoh biar ditauladani oleh anak-anak muda kita kan, tapi kemasannya tetap seni. Jadi indah, menarik, mudah dipahami, dan mengandung makna," tambahnya.
Prof. Arya Sugiartha juga menegaskan bahwa jumlah seniman yang terlibat dalam PKB kali ini meningkat signifikan.
"Sekarang sekitar 13.900, kemarin dihitung yang akan terlibat. Lebih banyak karena sajian seninya sekarang lebih banyak daripada tahun lalu. Karya yang ditampilkan lebih banyak ya,” ungkapnya.
Terkait pembukaan acara, Prof. Arya Sugiartha menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang Presiden dan 20 menteri, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Namun, konfirmasi kehadiran mereka masih dalam proses. "Belum, sampai saat ini belum,” katanya.
“Biasanya sih mungkin Senin depan itu sudah mulai kita telepon-telepon lagi, siapa yang mau hadir. Presiden juga kan masih ada rapat-rapat juga kan. Jadi kemarin saya sudah presentasikan di situ (pusat), diundang, jadi disambut dengan baik. Jadi mudah-mudahan nanti presiden tidak ada agenda jadi bisa membuka kembali," bebernya.
Ketika ditanya apakah tema "Jana Kerti" memiliki kaitan dengan tahun pemilihan umum, Prof. Arya Sugiartha menjelaskan bahwa kesesuaian tersebut bukanlah sesuatu yang direncanakan.
"Sebenarnya tidak sengaja, tapi pas. Kebetulan dari sejak 2018 itu kan kita ber-PKB menggunakan Sad Kerti itu kan sudah ada Bhuana Kerti sudah, Segara Kerti, dan Jana Kerti. Sekarang pas Jana Kerti dan pas ada pemilu. Sebenarnya bukan sengaja ya, tidak sengaja tapi kebetulan pas gitu loh," jelasnya.
Pesta Kesenian Bali XLVI diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampilkan dan mengapresiasi seni budaya Bali, sekaligus menginspirasi generasi muda dengan teladan dari tokoh-tokoh unggul. (*)
Editor : I Made Mertawan