SINGARAJA, BALI EXPRESS - Petani di Subak Getih, Buleleng, Bali mengklaim produktivitas tanam padinya meningkat setelah melakukan metode khusus. Tapi bukan menggunakan jampi-jampi.
Padi menguning di tengah sawah menandakan siap untuk dipanen. Gede Ardika yang kini sebagai Kelian Subak Getih, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng bersiap dengan sabit ditangannya.
Lengkap dengan capil tani di kepala. Padi-padi itu dipanen Gede Ardika beberapa waktu lalu bersama Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng serta anggota kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji, Desa Sudaji.
Padi yang telah menguning itu merupakan program dari Distan Buleleng yang dikembangkan pada lahan seluas 0,75 hektare.
Bersama kelompok subak, mereka menerapkan metode SRI atau System of Rice Intensification.
Dengan sistem ini petani lebih hemat dalam bercocok tanam. Hasilnya pun meningkat setelah dilakukan uji ubin.
Kelian Subak Getih, Desa Sudaji, Gede Ardika mengatakan, penanaman padi dengan metode System of Rice Intensification dapat menghemat penggunaan air, benih serta pupuk.
Pupuk yang dipakai pun adalah pupuk organik. Produksi gabah dengan metode itu dirasa meningkat drastis. Dari jumlah 150 biji padi yang tumbuh menjadi 310 biji padi per batang.
"Padi ini sudah ditanam sejak 4 bulan. Kami sudah merasakan dampaknya dengan hasil yang meningkat juga. Kami harap ini bisa menjadi contoh kepada subak lain untuk beralih ke pertanian sehat menuju organik," ungkap Ardika, Sabtu (8/6).
Di Kecamatan Sawan, terdapat 17 subak. Program penanaman padi dengan metode System of Rice Intensification diharapkan memberikan motivasi untuk subak lain, sehingga secara perlahan Buleleng memiliki pangan beras yang sehat.
"Program ini didukung penuh oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Buleleng serta Ketua P4S Bali Sri Organik. Berkat bantuan, dukungan, dan pendampingan mereka, kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dibandingkan metode sebelumnya," katanya.
Kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji yang menaungi Subak Getih Dusun Bantas, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan kawasan padi sehat menuju organik.
Dalam kegiatan panen perdana hari ini , Jumat (7/6) di kawasan demplot dengan luas area sekitar 0,75 hektare tersebut berhasil menghasilkan gabah signifikan dari uji ubin yang telah dilakukan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Gusti Ayu Maya Kurnia, mengungkapkan setelah dilakukan uji ubin dengan metode SRI, hasil panen yang didapatkan sekitar 5,9 ton sekali panen. Hasil panen padi tersebut meningkat drastis dibanding sebelumnya yang hanya mencapai 3 ton.
"Yang 3 ton itu dulu pakai pupuk kimia. Setelah beralih dengan sistem itu (SRI) dan pakai pupuk organik hasilnya lebih banyak," kata dia.
Maya mengatakan, saat ini, hampir seluruh subak di Buleleng sudah mulai menerapkan pertanian organik, meskipun prosesnya berbeda-beda.
"Ini memang tidak bisa instan, tetapi secara bertahap semua petani di setiap kecamatan di Buleleng sudah mulai mengikuti program ini," tegasnya. ***
Editor : Y. Raharyo