Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Wisata Baru di Desa Pejaten, Murah Tapi Meriah: Bisa untuk Dewasa dan Anak-anak

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 11 Juni 2024 | 01:49 WIB
WISATA: Aktivitas wisata baru di sepanjang Tukad Dati di Desa Nyitdah yang dikembangkan sejak akhir tahun 2023 lalu.
WISATA: Aktivitas wisata baru di sepanjang Tukad Dati di Desa Nyitdah yang dikembangkan sejak akhir tahun 2023 lalu.

TABANAN, BALI EXPRESS - Untuk memenuhi kebutuhan rekreasi warganya, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan  mengembangkan wisata baru.

Wisata baru tersebut adalah menyusuri sungai Tukad Dati .

Wisata air yang diberi nama Beji Taman Tirta Giri Buana ini berlokasi di aliran Sungai Dati.

Sungai ini merupakan perbatasan antara dua desa yakni Desa Pejaten dengan Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan.

Pengelola Taman Tirta Giri Buana Ketut Nada, menjelaskan, wisata air ini mulai dilakukan sejak akhir tahun 2023 lalu.

Wisata ini awalnya dikembangkan oleh masyarakat Desa Pejaten saja.

"Namun seiring dengan perkembangan, wisata air ini didukung Pemkab Tabanan. Kemudian dikembangkan wisata religi di sekitar lokasi," jelasnya Senin (10/6).

Adapun bentuk dari rekreasi air ini, adalah aktivitas menyusuri aliran sungai atau Tukad Dati sepanjang 200 meter.

Tukad tersebut disusuri dengan perahu mesin berukuran sedang dengan kapasitas penumpang maksimal 9 orang selama 30 menit.

Nada menyebutkan, sejak diuji coba awal Februari lalu, animo masyarakat untuk mencoba wisata air ini cukup tinggi khususnya saat momen hari liburan.

Untuk masyarakat yang ingin menikmati wisata air ini cukup hanya dengan  membayar Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu per orang untuk anak-anak.

"Untuk aktivitas naik jukung ini, tidak menentu. Namun jika hari libur/hari Minggu pasti pengunjungnya ramai," lanjutnya.

Nada mengaku pengembangan dari rekreasi air ini akan terus dilakukan secara bertahap.

Mengingat di kawasan Desa Nyitdah dan Pejaten belum ada lokasi rekreasi untuk warga masyarakatnya.

Khusus untuk  keamanan penumpang jukung, Nada mengakui, pihaknya masih mengandalkan tim dari pihak pengelola untuk berjaga-jaga di sepanjang jalur perahu.

Hal ini dilakukan karena pihaknya belum memiliki life jacket  untuk penumpang jukung.

"Kami belum punya life jacket untuk penumpang. Sehingga kami masih mengandalkan tim pengelola untuk berjaga di sepanjang sungai,” katanya.

Namun untuk ke kedepannya, pihaknya akan upayakan pengadaan life jacket ini.

Editor : Nyoman Suarna
#Baru #dewasa #desa pejaten #anak-anak #wisata