BALIEXPRESS.ID-Kebakaran Gudang LPG di Jalan Cargo Taman 1, Ubung Kaja, Denpasar, Bali, pada Minggu (09/06) pagi masih menjadi perbincangan hangat masyarakat di Bali.
Insiden itu menyebabkan 18 orang mengalami luka bakar serius dan satu di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.
Pemilik dari Gudang gas LPG itu pun tak luput dari sorotan.
Baca Juga: SEDIH, Tidur dengan Ayah, Bayi 10 Bulan Bangun, Merangkak, lalu Tewas Tercebur Bak Penampungan Air
Dari data yang dihimpun Koran Bali Expres, pemilik Gudang gas LPG yang terbakar itu bernama Sokijun.
Area Manager Communication Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkan bahwa gudang LPG milik Sukojin itu bukan agen atau pangkalan resmi gas LPG.
Pihaknya juga menduga tempat itu dipakai untuk oplos gas LPG.
Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Siswi Training Asal Buleleng Alami Luka Bakar Karena Sterno Meninggal Dunia
Dugaan ini diperkuat dengan temuan tabung LPG 3 kg, 12 kg, dan 50 kg di lokasi kejadian.
Anggota DPR RI Nyoman Parta menanggapi terkait pernyataan Pertamina yang menyebut bahwa Gudang Gas LPG yang terbakar di Denpasar bukan agen resmi.
Nyoman Parta menyebut bahwa pihaknya percaya 100 persen dengan pernyataan tersebut.
“Yang punya kewenangan memberi ijin kepada agen dan pangkalan sudah mengatakan bahwa tempat Gudang yang gasnya meledak dan terbakar itu tidak resmi, saya percaya 100% dengan pernyataan ini,” tulisnya melalui akun Facebook, Selasa (11/06).
Baca Juga: WOW! Erick Thohir Ingin Bentuk Liga 4, Netizen: Liga 3 Saja Kacau Parah, Mending...
Lebih lanjut, pihaknya menunggu pihak kepolisian Polda Bali mengumumkan otak pengoplosan, apalagi nama pemilik gudangnya sudah disebutkan dengan jelas dibeberapa media.
“Kita tunggu pihak kepolisian Polda Bali mengumumkan otak pengoplosan dan koran cetak dan online sudah menyebut nama pemilik gudangnya,”jelas Nyoman Parta.
Unggahan tersebut pun mendapat beragam komentar warganet di media sosial yang meminta agar Nyoman Parta terus mengawal kasus tersebut.
Baca Juga: CSR HUT ke-54 Astra Motor, Pelepasan 54 Tukik dan Touring 1.000 Motor di Pantai Yeh Gangga
“Di kawal terus pak Man, agar ungkap siapa dalang dari oplosan gas LPG 3 Kg sehingga mengakibatkan gas langka dan mahal harganya,” tulis akun @Alfret Ananias Bani.
“Berarti sudah jelas jelas ini adalah kejahatan dan menimbulkan korban jiwa,”tulis akun @Rudi Waisnawa.
Editor : Wiwin Meliana