Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

3 Korban Kebakaran Tewas, 13 Lagi Masih Kritis di RS Prof Ngoerah dari Gudang LPG Terbakar di Denpasar

I Gede Paramasutha • Rabu, 12 Juni 2024 | 02:30 WIB
Korban kebakaran gudang LPG sedang dirawat di RS Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
Korban kebakaran gudang LPG sedang dirawat di RS Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar.

BALIEXPRESS.ID - Jumlah korban meninggal akibat kebakaran Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman I, Denpasar, Bali, bertambah menjadi tiga orang. Sedangkan 13 korban lainnya masih kritis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr IGNG Ngoerah pada Selasa (11/6/2024).

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, dr. Affan Prigambido Permana, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya merawat 16 korban kebakaran tersebut. Dari jumlah tersebut, 3 orang dinyatakan meninggal dunia.

"Tiga orang meninggal dunia, 13 masih dirawat," ujarnya dalam konferensi pers.

Korban meninggal tersebut adalah Purwanto (43), Yudis Aldiyanto (33), dan Edi Herwanto (40).

Purwanto meninggal dunia pada Senin (10/6) pukul 01.00 WITA, Edi Herwanto meninggal pada hari yang sama pada malam hari, dan Yudis meninggal pada Selasa (11/6) dini hari.

Sementara itu, 13 korban yang masih dirawat semuanya masih dalam kondisi kritis.

Pihak rumah sakit masih berupaya menstabilkan kondisi para korban karena luka bakar yang mereka alami sangat berat.

Kepala Instansi Rawat Intensif dan Luka Bakar, dr. Putu Kuniyanta mengungkapkan bahwa saat ini 12 pasien harus mendapat alat bantu bernapas.

Menurutnya, korban kebakaran tidak hanya bagian kulit dan daging terluar yang melepuh. Melainkan juga mengganggu pernapasan.

"Karena permasalahan trauma ledakan itu juga berpengaruh terhadap jalan napas bagian atas, karena jalan napas bagian atas bengkak, sehingga sulit dia bernapas, maka kami bantu dengan alat bantu napas," jelas Kuniyanta. 

Kuniyanta menambahkan bahwa sistem organ seluruh tubuh para korban mengalami keguncangan akibat luka bakar yang luas.

"Tidak menutup kemungkinan satu pasien lagi akan kami bantu dengan alat bantu napas, karena kondisinya juga masih labil," imbuhnya.

Pihaknya akan membantu perbaikan kondisi pasien secara umum setiap hari, baik dari segi obat-obatan maupun cairan.

"Apabila kondisi itu pelan-pelan ada perbaikan, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk perbaikan luka," jelasnya.

Dari Kiri: Para dokter RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, dr I Gusti Putu Hendra Sanjaya, dr Affan Prigambido Permana (tengah), dan dr Putu Kuniyanta.
Dari Kiri: Para dokter RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, dr I Gusti Putu Hendra Sanjaya, dr Affan Prigambido Permana (tengah), dan dr Putu Kuniyanta.

Lebih lanjut, dr. I Gusti Putu Hendra Sanjaya, Dokter Bedah Plastik dan Penanggung Jawab Pasien, menjelaskan bahwa hanya satu korban yang mengalami luka bakar 30 persen, sedangkan sisanya mengalami luka bakar lebih dari 60 persen.

"Penanganan korban luka bakar itu lebih ke arah keseluruhan perawatan. Karena selain luka bakar, bisa ada masalah lainnya yang dialami pasien. Sehingga luka bakar itu akan menggangu proses penguapan, karena kulit tidak ada," bebernya.

Pihaknya memastikan akan melakukan yang terbaik dalam menangani para korban.

Disinggung mengenai pembiayaan para korban, Hendra menuturkan apapun yang terjadi, masalah pembiayaan tidak akan mengganggu penanganan pasien secara optimal. ***

Editor : Y. Raharyo
#kebakaran gudang lpg #denpasar #gudang lpg terbakar