Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KABAR DUKA! SMP Nasional Melaya Tutup Usia setelah 38 Tahun Beroperasi, 7 Siswa Tersisa Dipindahkan ke Sekolah Lain dan Tidak Terima Siswa Baru

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 13 Juni 2024 | 17:38 WIB
SMP Nasional Melaya bersebelahan dengan SDN 2 Candikusuma, akan ditutup setelah beroperasi 38 tahun lalu.
SMP Nasional Melaya bersebelahan dengan SDN 2 Candikusuma, akan ditutup setelah beroperasi 38 tahun lalu.

BALIEXPRESS.ID - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana, Bali. Salah satu sekolah tua,yakni SMP Nasional Melaya, akhirnya tutup usia. Sekolah swasta yang telah berdiri selama 38 tahun, resmi ditutup dan tidak akan menerima murid baru di tahun ajaran 2024/2025.

Dilansir dari laman Dapodik Kemendukbud, sebagai kepala SMP Nasional Melaya Drs. I Nengah Sarka. Sekolah ini berada di bawah yayasan.

Sekolah ini memiliki SK Pendirian Sekolah : 203/I.19/I.19/L.1/I.88. Kemudian ada tanggal SK pendirian 1 Juli 1986.

Sekolah ini memiliki SK Izin Operasional : 203/I.19/I.19/L.1/I.88, dengan tanggal SK Izin Operasional 1 Juli 1988.

Dari laman Sekolahloka, SMP swasta ini berdiri sejak 1986. Saat ini SMP Nasional Melaya mengimplementasikan panduan kurikulum belajar SMP 2013.

SMP Nasional Melaya dulunya menerapkan fullday school, atau sehari penuh. Yakni 5 hari dalam seminggu.

Sekolah ini berdiri di tanah seluas 3000 meter perseii atau 3 areyang terletak di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.

Nah, setelah berusia 38 tahun, SMP Nasional Melaya ditutup. Keputusan penutupan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, pada Rabu (12/6/2024).

Alasan penutupan sekolah dikarenakan minimnya jumlah siswa yang mendaftar.

"SMP Nasional Melaya sudah menyampaikan bahwa tidak akan mencari murid untuk tahun ini," kata Anom Saputra.

Dia menjelaskan, pihak sekolah atau yayasan juga sudah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Jembrana bahwa sekolah akan ditutup.

Anom Saputra mengatakan, SMP Nasional Melaya saat ini hanya memiliki 7 siswa kelas 9 (kelas 3 SMP) yang telah dipindahkan ke SMP 2 Melaya.

"Sudah tidak murid lagi di SMP Nasional Melaya," paparnya. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Jembrana memastikan bahwa penutupan SMP Nasional Melaya tidak akan berdampak pada kelanjutan pendidikan siswa di wilayah tersebut.

Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten Jembrana, juga telah memastikan jumlah rombongan belajar (rombel) di SMP lainnya mencukupi untuk menampung semua lulusan SD.

"Rombel yang kami siapkan di SMP ada 119 rombel. Itu mencukupi untuk lulusan SD yang ada di Kabupaten saat ini, jadi masih aman," tegas Anom Saputra.

Selain itu, kata dia, ada beberapa perubahan terkait jalur zonasi atas masukan dari beberapa kepala desa dan kepala kewilayahan untuk pemerataan perolehan siswa di beberapa sekolah.

"Jadi, jangan sampai nanti beberapa sekolah yang cenderung banyak ke madrasah itu justru tidak mendapatkan murid. Jadi, kami laksanakan penyesuaian beberapa zonasi saja untuk unsur kewilayahan, jadi untuk lingkup banjar saja," pungkasnya. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #sekolah swasta #sekolah tutup #SMP Nasional Melaya #jembrana