BALIEXPRESS.ID - Kabupaten Klungkung menyimpan seni, budaya dan tradisi yang tidak ada habisnya. Salah satunya pementasan yang rutin digelar di Desa Jumpai.
Dalam video diunggah oleh akun instagram @klungkung_tourism yang merupakan akun resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, dijelaskan bahwa di Desa Jumpai terdapat pementasan atau biasa disebut sesolahan yang rutin dilaksanakan pada hari suci agama Hindu yakni tepatnya pada hari Kajeng Kliwon yang jatuh setiap 15 hari sekali berdasarkan Kalender Bali.
Dimana pementasan ini menampilkan seni tari yang sudah terus berlangsung sejak tahun 1935 dan merupakan warisan budaya yang terus lestari hingga saat ini.
Berdasarkan informasi yang disampaikan secara turun temurun, pementasan ini berawal dari terjadinya wabah penyakit di Desa Jumpai di masalalu.
Atas petunjuk dari Sesuhunan yang berstana di Desa Jumpai, perlu dilakukan upacara ruwat yang dituangkan dalam pementasan tapakan/perwujudan yang bertujuan untuk menetralisir sekaligus menolak bala di lingkungan Desa Jumpai.
Pementasan yang sudah berlangsung hampir se-abad ini memiliki keunikan dimana tarian yang dipentaskan diantaranya Tari Telek Desa Jumpai yang memiliki ciri khas Topeng yang berukuran kecil dan memiliki kemiripan antara satu dengan yang lainnya.
Selain itu dipentaskan juga Tari Jauk dan Barong yang merupakan perwujudan suci yang disungsung oleh masyarakat Desa Jumpai.
Yang tak kalah unik pada saat Panca Wali atau hari suci di Desa Jumpai pementasan akan lebih beragam yang menampilkan tarian Rangda dan Ngunying atau sering disebut Tari Keris yang tentunya akan menarik dan cocok menjadi salah satu agenda pecinta seni budaya Bali.
Pementasan ini bisa disaksikan oleh siapa saja namun dengan ketentuan tetap menghormati ketentuan yang berlaku.
"Tari Telek Jumpai itu mulai dipentaskan kurang lebih sejak tahun 1935 dengan tujuan agar Desa Jumpai bebas dari marabahaya," ujar Petajuh Desa Adat Jumpau I Wayan Pariarta.
Tari Telek Jumpai dipentaskan setiap Kejang Kliwon yang disebut dengan Kajeng Kliwonan setiap 15 hari sekali. "Dan juga Tari Telek Jumpai dipentaskan ketika ada pujawali di Pura Kahyangan Desa diseluruh Desa Jumpai yang kami sebut Ngajengin Wali," tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana