BALIEXPRESS.ID- Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa menanggapi proyek perbaikan jalan di Banjar Sidawa, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, Bali.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRkim) Kabupaten Bangli untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan proyek itu.
Hal ini disampaikan Sudiasa sebagai respon atas kekhawatirannya agar proyek Sidawa tidak bernasib sama dengan proyek perbaikan jalan di Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli di mana kontraktor putus kontrak di tengah jalan karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.
Persoalan itu membuat Dinas PU melakukan tender ulang, dan setelah dikerjakan rekanan lain, ternyata baru 2 bulan tuntas malah jebol lagi. Hal seperti ini jelas merugikan masyarakat.
Politikus Partai Demokrat ini meminta Dinas PU memastikan bahwa perencanaan perbaikan jalan di Sidawa benar-benar sudah baik, salah satunya memikirkan posisi jalan. Mengingat, posisinya membentang di atas sungai.
“Kami dari dulu berkali-kali mengajak perencanaan di lokasi yang rawan banjir agar dimaksimalkan,” jelas Sudiasa pada Rabu, 19 Juni 2024.
Ketika perencanaan sudah bagus, lanjut Sudiasa, pengawasan yang ketat juga wajib dilakukan oleh Dinas PU.
Dinas tersebut harus memastikan komitmen kontraktor pelaksana untuk menuntaskan pekerjaan sesuai dengan perjanjian.
Tak kalah penting lagi adalah Dinas PU tidak percaya begitu saja dengan kontraktor maupun konsultan pengawas.
Sebab tidak menutup kemungkinan rekanan ini akan bermain mata.
Seperti diketahui, Pemkab Bangli mulai melakukan perbaikan jalan jebol di Banjar Sidawa.
Jalan itu sudah jebol pada 30 Januari 2021. Namun baru tahun ini dapat perbaikan.
Kepala Dinas PUPRkim Kabupaten Bangli Dewa Widnyana Maya membenarkan bahwa perbaikan jalan itu mulai dilakukan.
Diakuinya, anggaran perbaikan menggunakan dana APBD Bangli. Hanya saja, Dewa Maya tak bisa merinci besaran anggarannya.
Namun berdasarkan informasi di papan proyek, tertulis nilai kontrak Rp1.206.600.000.
Di sana juga tertulis PT Sida Dadi Prekanti sebagai kontraktor pelaksana dan PT Rekla Nuansa Desain bertindak sebagai konsultan pengawas.
Waktu pelaksanaan proyek mencapai 160 hari. Selama proyek berlangsung, jalur itu ditutup total. (*)
Editor : I Made Mertawan