Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TEGAS! Gede Winasa Bantah Isu PDI Perjuangan yang Menjebloskan Dirinya ke Penjara

Wiwin Meliana • Sabtu, 13 Juli 2024 | 18:10 WIB

Mantan Bupati Jembrana Winasa bantah isu PDI P yang menjebloskannya ke penjara
Mantan Bupati Jembrana Winasa bantah isu PDI P yang menjebloskannya ke penjara

BALIEXPRESS.ID-Mantan Bupati Jembrana Prof I Gede Winasa membantah isu bahwa yang menjebloskannya ke penjara adalah PDI Perjuangan.

Hal itu diungkap Gede Winasa usai bebas dari kasus korupsi yang membuatnya mendekam 10 tahun di penjara.

Baca Juga: Polres Buleleng Catat 3000- 4000 Pelanggar Per Hari Terekam Kamera ETLE

Dalam wawancara di kanal youtube Jeg Bali, Prof Winasa tegas membantah bahwa isu PDI Perjuangan yang menjebloskannya ke penjara adalah tidak benar.

Hal ini juga untuk menjawab sikap politik I Gede Ngurah Patriana Krisnha atau Ipat yang merupakan anak Gede Winasa bergabung dengan PDI Perjuangan meninggalkan Partai Golkar.

Baca Juga: Sinergi Menolak Politik Identitas di Pilkada 2024

“Tidak, Tidak merasa, tapi kan saya tahu saksinya siapa, tapi saya tidak apa apa. Kan yang nyesel dia kalau dia berbohong,” jelas Prof Gede Winasa dikutip pada Sabtu (13/07/2024).

Namun Prof Gede Winasa tak menampik jika dulu keluar dari PDI Perjuangan lantaran tak mendapat rekomendasi sebagai calon gubernur Bali.

“Ini menjadi catatan pribadi saya, bahwa ambisi dan emosi rupanya tidak bisa (membuat mencapai tujuan)” jelas Gede Winasa.

Lebih lanjut, meski saat itu PDI Perjuangan menghantam dan memusuhi Winasa, namun bukan untuk dijebloskan ke penjara.

Baca Juga: Tanggal Lahir Ungkap Kepribadian: 5 Tanggal Lahir Paling Mandiri Menurut Numerologi

“Dihantam bukan untuk dijebloskan, tapi mungkin dalam pemilihan Gubernur kita kalah,” jelas Winasa.

Gede Winasa tak menampik pada saat itu kecewa dengan PDI P, lantaran sebagai ketua DPC ia justru tidak mendapat rekomendasi sebagai calon gubernur Bali pada pemilihan 2008 silam.

Kekecewaan semakin dalam lantaran yang mendapat rekomendasi pada saat itu adalah Mangku Pastika yang notabene bukan anggota partai.

Baca Juga: Insiden Mobil Parkir Miring di Seminyak Bali, Warganet Justru Soroti Plat Kendaraan

“Mungkin itu ambisi dan emosi, setelah jalan saya paham bahwa itu kebijakan partai dan paling aman saya pikir itu jalan Tuhan,” ungkap Winasa kepada Erwin sang pembawa acara.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#pilkada jembrana #tamba #Bang Ipat #PDI Perjuanagan #Winasa