Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diduga Tak Diterima Ditegur, Pecalang Wilayah Kuta Dianiaya Pemotor Ugal-Ugalan

Wiwin Meliana • Kamis, 18 Juli 2024 | 17:10 WIB

Seorang pecalang di wilayah Kuta dianiaya oleh pemotor ugal-ugalan
Seorang pecalang di wilayah Kuta dianiaya oleh pemotor ugal-ugalan

BALIEXPRESS.ID-Seorang petugas Jaga Baya (Pecalang) Kuta diduga menjadi korban penganiayaan oleh seroang pemuda pada Kamis (18/07/2024) dini hari.

Dari surat laporan yang dibuat pelapor dibeberkan kronologi kejadian bermula ketika pelapor sedang bertugas menjaga keamanan di sekitar Pantai Kuta.

Baca Juga: BIKIN PENASARAN! Fuji Ungkap Dekat Dengan Seorang Pria, Bukan Dari Dunia Hiburan

Saat itu pelapor melihat seorang pemuda mengendarai sepeda motor Nmax tanpa plat kendaraan berkendara secara ugal-ugalan di Traffic Light depan SD N 1 Kuta.

Terlapor disebutkan mengangkat stang motornya.

Pecalang itu pun menegur kelakukan pemuda itu agar tidak mengulangi aksinya.

Tak terima di tegur, pemuda itu pun mengejar pecalang hingga ke parkiran Pantai Kuta.

Baca Juga: Sepakat Berdamai; Pria Intip Tetangga Kos di Denpasar Akhirnya Minta Maaf

Pemuda itu kemudian memukul kepala pecalang dari belakang.

Saat akan bangkit, pelaku kemudian menjambak rambut pecalang kemudian melayangkan pukulan ke kepala pecalang secara membabi buta.

Teman-teman pecalang yang saat itu bertugas pun datang dan melerai aksi penganiayaan tersebut.

Pelaku kemudian mengambil sepeda motor dan kabur.

Atas kejadian tersebut, pecalang tersebut mengalami luka benjol pada kepala belakang, telinga kiri, luka benjol pada dahi di atas mata kanan, luka robek pada bibir bawah sebelah kiri.

Baca Juga: Diduga Tak Pernah Dijenguk oleh Anak, Sepasang Lansia di Jonggol Ditemukan Membusuk

Kini kasusnya tengah ditangani oleh Polsek Kuta.

Video penganiayaan itu pun kini viral dan dibagikan oleh akun @Hallo Denpasar.

Unggahan video tersebut pun banyak mendapat komentar warganet di media sosial.

“Kenapa jadi seperti ini, dulu padahal Bali tempat tenang jarang ada seperti ini, aman tenang damai,” tulis akun @Yasfa Muhammad.

“Med gati be ningeh ane kene-kene, pidan ade jambret bakatange mati di Kuta jani Jaga Baya Uyake,” tulis akun @Gede Holantara.

Baca Juga: TRAGIS! Sepasang Lansia di Jonggol Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah, Polisi Ungkap Penyebabnya

“Efek terlalu welcome payu meuyak di tanah pedidi,” tulis akun @Iwayan Bebas.

“Kene be karena demen ngadep tanah akhirne kalah di daerah sendiri,” tulis akun @Goenk They Saco.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Ugal ugalan #pecalang #pemotor #dianiaya #kuta