BALIEXPRESS.ID-I Wayan Bisma alias Otot Kering akhirnya mendapat teguran dari senator terpilih Niluh Djelantik.
Hal ini buntut dari konten Otot Kering yang diduga melecehkan WNA atau turis wanita.
Melalui akun media sosialnya, Niluh Djelantik mengunggah video Otot Kering yang diduga menyindir netizen yang menghujatnya.
Baca Juga: Kepala SMAN 6 Denpasar Dipanggil Polisi, Niluh Djelantik Usul Seragam Sekolah Dibeli Mandiri
Otot Kering menyebut bahwa komentar-komentar negative yang dilayangkan kepadanya lantaran netizen merasa iri tak bisa seviral dirinya.
“Nggak ada yang iri apalagi pansos sama kamu nak. Semua menasehatimu karena mereka peduli dna tak mau kamu terjerumus dengan kelakuanmu yang melecehkan wisatawan perempuan di depan publik,” tulis Niluh Djelantik dikutip pada Jumat (19/07/2024).
Lebih lanjut, Niluh Djelantik juga mengingatkan bahwa ada banyak cara untuk terkenal dan cara yang dilakukan oleh Otot Kering justru merendahkan dirinya sendiri.
Niluh Djelantik pun meminta Otot Kering meminta maaf secara ksatria atas pelecehan verbal yang dilakukan.
“Jangan diulangi, jangan merusak nama baik Bali yang susah payah diperjuangkan para orang tua dan kakak-kakak serta semeton se Bali,” pintanya.
Pihaknya juga mengingatkan agar Otot Kering tidak terlambat menyadari dan menjadi penyesalan.
“Kalau kamu masih bengkung, kamu akan menyakiti hati banyak orang. Bukan itu yang kamu mau sebagai manusia yang ibu yakin banyak kebaikan dalam dirimu,” tulisnya.
Sebelumnya, Otot Kering kembali menjadi sorotan lantaran kontennya yang mengundang kontroversi.
Baca Juga: Selain Barang Bukti Shabu, Benda Ini Juga Dimusnahkan Kejari Klungkung
Konten yang diunggah dalam media sosial Instagram pribadinya, terlihat Otot Kering sedang berbicang dengan seorang wisatawan asing.
Bule perempuan itu pun nampak ramah saat diajak ngobrol oleh Otot Kering.
Sayangnya, keramahan bule wanita itu justru dibuat lelucon oleh konten creator yang sensasional itu.
Dalam percakapannya Otot Kering melontarkan kata-kata kurang pantas dan terkesan melecehkan kepada bule tersebut.
Editor : Wiwin Meliana