Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pabrik Narkoba di Gianyar Berawal dari Produksi Pemutih Baju, Dapat Modal Bikin DMT dari Teman Yoga Sang Ibu

I Gede Paramasutha • Rabu, 24 Juli 2024 | 15:17 WIB
Pabrik narkoba jenis DMT di Gianyar Bali.
Pabrik narkoba jenis DMT di Gianyar Bali.

BALIEXPRESS.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil mengungkap kasus operasional pabrik narkoba jenis Dimethyltryptamine (DMT) di Villa Mamma Ji House, Jalan Keliki Kawan, Payangan, Gianyar, Bali, pada Kamis (18/7).

Pabrik ini dioperasikan oleh seorang sarjana teknik kimia asal Filipina bernama Diego Alejandro Santos (DAS), 28 tahun.

DAS merakit laboratorium narkotika di sebuah tenda terpal hijau yang terpisah dari vila utama.

Di sanalah ia memproduksi DMT, narkotika golongan I yang bahan utamanya bisa didapatkan dari tanaman Ayahuasca atau diproduksi secara sintetis. Dalam kasus ini, DAS memproduksinya secara sintetis menggunakan bahan-bahan kimia.

Keahlian DAS sebagai sarjana teknik kimia dimanfaatkan untuk mengolah bahan kimia l-tryptophan menjadi triptamine, kemudian clean triptamine, dan terakhir menjadi DMT.

Ia bahkan mengklaim bahwa DMT buatannya lebih berkualitas daripada formula yang ada di buku panduan.

Operasi DAS ini diinisiasi dan didanai oleh seorang WNA asal Yordania berinisial AMI. Rencananya, DMT tersebut akan dicampur dengan cairan blue lotus dan dijual di Bali.

Petugas BNN menggerebek pabrik narkoba ini pada Kamis (18/7) dan menemukan 217 item barang bukti, termasuk 6 item DMT dalam bentuk padatan/serbuk seberat 19 gram dan cairan 484 ml, serta bahan-bahan kimia lain untuk pembuatan DMT.

Terungkap bahwa perbuatan haram Diego berawal dari perkenalannya dengan pria Yordania berinisial AMI.

Usut punya usut, Diego dikenalkan kepada AMI oleh ibunya yang merupakan teman yoga.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjenpol I Wayan Sugiri pada Selasa (23/7/2024) menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama antara BNN dengan Polri, Bea Cukai, Imigrasi, serta peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi.

"Pengungkapan kasus clandestine laboratory dengan hasil produksi narkotika golongan I jenis N,N-Dimethyltryptamine (DMT) ini merupakan pertama kalinya di Indonesia," ujar Sugiri saat mendampingi Kepala BNN RI Komjenpol Marthinus Hukom dalam press release di Mama Ji House, Selasa (23/7).

Dalam proses itu, ditemukan sebuah tenda terbuat dari terpal yang terletak di depan villa dengan kondisi jalan yang terjal. Di dalam tenda ditemukan bahan-bahan kimia beserta peralatan laboratorium, seperti gelas ukur, beaker glass, magnetic stirrer, dan peralatan lainnya. Selain itu, pada kulkas di dapur villa, didapati ada sebuah toples dan sebuah wadah plastik berisi cairan bening.

Setelah diteliti secara laboratories, cairan tersebut diketahui mengandung narkotika jenis DMT. Petugas pun mengamankan tiga WNA asal Filipina, yaitu Diego dan dua orang perempuan berinisial PMS (Ibu Diego) dan DOS (Adik Diego).

Dari hasil pemeriksaan diketahui, DAS tinggal di Bali sejak 2023. Sebagai Sarjana Teknik Kimia, dia kerap bereksperimen dengan mengolah bahan-bahan kimia, seperti membuat pemutih baju, serta cairan pembersih lainnya.

Hobi itu pun didukung oleh ibunya, dengan mendirikan tenda yang difungsikan sebagai laboratorium. Kemudian sang ibu yang mengenal AMI dalam komunitas yoga memperkenalkannya dengan Diego.

Setelah pria Yordania tersebut mengetahui hobi Diego, maka AMI mengajaknya untuk bereksperimen membuat DMT.

"DAS mengakui bahwa aktivitas pabrik narkobanya itu diinisiasi oleh AMI, dengan diberikan sejumlah uang untuk membeli bahan-bahan kimia serta peralatan laboratorium," tambahnya.

Diego lantas mulai membuat DMT sejak Januari 2024, sampai akhirnya berhasil setelah enam bulan kemudian.

Hasil produksi DMT diambil oleh AMI, diduga untuk diperjualbelikan. Sehingga, BNN melakukan pengembangan dengan menggeledah tempat tinggal AMI di kawasan Raya Bunutan, Kedewatan, Ubud, Gianyar.

Di sana ditemukan barang bukti DMT. Hanya saja pria Yordania itu sudah tidak ada dan masih buron sampai saat ini.

"Tersangka asal Yordania sudah berada di luar negeri," tandasnya. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #gianyar #diego alejandro santos #yoga #pabrik narkoba