Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WOW! Danai Pembangunan LRT di Bali, Lima Investor Masuk

Rika Riyanti • Kamis, 25 Juli 2024 | 01:32 WIB
INVESTOR: PT SBDJ menetapkan PT Bumi Indah Prima (PT BIP) sebagai qualified investor partner dan Lead Consortium of investors untuk proyek LRT di Bali
INVESTOR: PT SBDJ menetapkan PT Bumi Indah Prima (PT BIP) sebagai qualified investor partner dan Lead Consortium of investors untuk proyek LRT di Bali

BALIEXPRESS.ID – PT SBDJ menetapkan PT Bumi Indah Prima (PT BIP) sebagai qualified investor partner dan Lead Consortium of investors untuk proyek LRT di Bali.

Putusan ini setelah melalui rangkaian proses pemilihan investor partner yang dilakukan dari 15 Maret 2024 lalu melalui Request for Qualification, hingga 19 Juli 2024 yaitu penetapan qualified investor partner untuk PT SBDJ dalam pembangunan Bali Urban Rail and Associated Development.

PT BIP dinilai yang paling mampu memenuhi kualifikasi yang di tetapkan oleh PT SBDJ sebagai partner investor.

Menurut Direktur Utama PT SBDJ, Ari Askhara ada sebanyak lima investor yang akan ikut andil dalam pembangunan LRT yang akan dilakukan peletakan batu pertama pada September 2024 mendatang di Central Parkir, Badung.

“Yang masuk sudah lima (investor), yang sudah menyatakan akan ikut itu ada tiga salah satunya Bumi Indah Prima, saya belum bisa Eropa yang satu lagi dari domestik juga jadi mereka kolaborasi BIP untuk membangun semua. BIP disini bukan hanya membangun rel keretanya, tetapi juga akan membangun, power supply, bangunan infrastruktur transit developmentnya, dan membangun infrastruktur sampah,” ungkapnya, Rabu (24/7).

Rute yang akan dibangun dari LRT ini, dikatakannya, yakni pada fase Ngurah Rai, Kuta, dan Central Parkir dan bersamaan dengan Rute Ngurah Rai, Nusa Dua dan Unud. Rencananya pembangunan fase pertama ini akan selesai pada kuarter I tahun 2028.

“Jadi ini bersamaan, kenapa itu duluan? Yang dibangun memang struktur dari Central Parkir seterusnya melewati Seminyak ke Cemagi itu kontur tanah keras sekali bebatuan. Jadi kalau pake mesin bor cuma 3 meter sehari. Tetapi untuk Nusa Dua karena kapur itu bisa sampai 30 meter perhari. Jadi akan lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, total investasi di empat fase, yakni di Ngurah Rai Kuta, Seminyak, Canggu, dan kedua yakni Nusa Dua, ketiga Sanur, keempat Ubud yang menghabiskan total anggaran Rp 20 miliar. Untuk fase 1 dan 2 saja total anggaran yang diprediksi akan habis Rp 10,8 miliar.

“Dari Rp 10,8 miliar, mungkin 60 persennya untuk railway, 40 persen lain untuk yang lain-lain. Jadi banyak dan terus berkembang. Kami mendapatkan komitmen Rp 10,8 miliar untuk tahun pertama fase 1 dan 2,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari lima investor yang masuk menawarkan berbagai macam jenis pendanaan mulai dari 100, 70, 60, hingga 20 persen.

“Jadi skema yang disampaikan menurutnya ini pertama di dunia adalah kita mengajak semuanya. Karena investor yang masuk itu jualan produk juga. Contoh siemens dari Jerman, mereka akan investasi sekian, mereka hanya 20 persen. 20 persen itu kita akan ajak juga ke tahapan operasional atau tahapan akhir konstruksi,” katanya.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #Pendanaan #investasi #lrt #investor #nusa dua