Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Deck Sotto Ungkap Ritual Sebelum Layang-Layang Diterbangkan; Pembersihan Skala dan Niskala

Wiwin Meliana • Selasa, 30 Juli 2024 | 17:57 WIB

Sebelum layang-layang diterbangkan harus diupacarai Prascita durmenggala
Sebelum layang-layang diterbangkan harus diupacarai Prascita durmenggala

BALIEXPRESS.ID-Kadek Suprapta Meranggi atau lebih akrab disapa Deck Sotto mengungkap ritual yang dilakukan sebelum menerbangkan layang-layang.

Deck Sotto yang dikenal sebagai kreator yang berkecimpung di dunia layangan menyebutkan jika sebelum menerbangkan layangan baik itu layangan janggan maupun be-bean harus diupacarai untuk tujuan pembersihan.

Baca Juga: Keamanan Data dan Dana Nasabah Jadi Prioritas Utama, BRI Perkuat Benteng Digital

“Sebelum kita terbangkan layangan itu selalu ada upacara Prascita Durmenggala. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan skala dan niskala layang-layang itu,” jelas Deck Sotto yang dikutip dari akun @the.purana pada Selasa (30/07/2024).

Lebih lanjut, Deck Sotto mengungkap, layang-layang yang akan diterbangkan dipastikan akan melangkahi tempat-tempat suci agama Hindu sehingga layang-layang itu perlu disucikan terlebih dahulu agar tidak ngeletehin atau mengotori tempat-tempat suci.

Pihaknya pun membandingkan dengan bisnis helikopter yang ada di Bali.

Apakah hal tersebut juga dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang menyediakan jasa tour dengan helikopter.

Baca Juga: Sebulan Polres Tabanan Ungkap Tujuh Kasus Narkoba, Amankan 9 Tersangka

“Apakah pemerintah atau regulator berpikir sejauh itu? Yang kalian tarik adalah pendapatannya aja, mereka ini yang harus membuat aturan yang betul harus melibatkan kami dari Rare Angon,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deck Sotto menyebut saat ini layang-layang telah menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

“Ada yang menjadi supplier bambu, ada yang jadi supplier kainnya, pernak-perniknya, dan supplier talinya,” jelas Deck Sotto.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Ngelawang; Muncul Pertama pada Abad ke-10, Bertujuan Untuk Penetralisir

Sebelumnya, Satpol PP Badung Senin (29/7) menerima laporan adanya helikopter di kawasan GWK yang kembali terlilit tali layangan.

Laporan tersebut langsung tersebut langsung ditindaklanjuti oleh BKO Kuta Selatan dengan pemantauan ke lokasi. Namun tidak terlihat adanya aktivitas menerbangkan layang-layang.

Berdasarkan video yang ada, helikopter yang terlilit tali layangan belum diterbangkan. Namun sudah ada tali layangan di dekat baling-baling. Helikopter tersebut memiliki kode PK-VPN.

 

Editor : Wiwin Meliana
#ritual #deck sotto #layang layang #pembersihan