Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kawinkan Tradisi Karawitan Bali dengan Sentuhan Global, Aldi Gawangi Sanggar Anglocita Suara Hingga ke Mancanegara

Dian Suryantini • Rabu, 31 Juli 2024 | 14:29 WIB

Putu Aldi Philberta Harta Celuk, Ketua Sanggar Seni Anglocita Suara
Putu Aldi Philberta Harta Celuk, Ketua Sanggar Seni Anglocita Suara

BALIEXPRESS.ID – Seni karawitan bukan hanya sekadar warisan, melainkan juga sebuah bahasa yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Inilah semangat yang berkobar di hati Putu Aldi Philberta Harta Celuk, Ketua Sanggar Seni Anglocita Suara, dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali.

 Baca Juga: Program Indonesia Pintar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Papua

Sejak didirikan pada tahun 2015, sanggar yang berlokasi di Desa Penarukan, Kabupaten Buleleng ini telah menggelar berbagai pertunjukan baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan fokus pada penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni, Sanggar Anglocita Suara telah menghidupkan kembali Tari Cendrawasih yang hampir punah dan menciptakan karya inovatif yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.

Putu Aldi sendiri pernah didapuk sebagai Duta Republik Indonesia dalam acara Cunan Wedans di Korea Selatan.

Baca Juga: Penyelenggara Siap Menangani Sengketa Pilkada 2024 dengan Transparansi dan Akuntabilitas

Ia dan sanggar Anglocita Suara juga pernah tampil dalam sebuah pertunjukan di Aula Hasanuddin Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan pengalaman internasionalnya itu, Aldi menekankan pentingnya regenerasi dan inovasi dalam seni karawitan. Menurutnya, modernisasi memberikan peluang besar bagi percepatan regenerasi seni di Bali.

“Meskipun telah banyak prestasi yang diraih, Sanggar Anglocita Suara masih menghadapi tantangan, seperti semakin sempitnya ruang tampil di luar negeri. Namun, sanggar tetap optimis dan terus berupaya memperluas jaringan kerjasama, termasuk dengan Duta Besar Indonesia di berbagai negara,” tegasnya, Selasa (30/7).

 Baca Juga: Propam Gianyar Gelar Razia Mendadak; Cegah Anggota Terlibat Judi Online

Sanggar Seni Anglocita Suara juga berkomitmen untuk mengedukasi generasi muda agar mencintai seni budaya Bali yang kaya akan nilai-nilai luhur dan merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Dengan berbagai prestasi dan inovasi yang telah diraih, sanggar ini tidak hanya menjaga tradisi tetapi juga membawa seni karawitan Bali ke kancah internasional.

Dalam menghadapi pengaruh budaya asing, upaya untuk menjaga keaslian kesenian Bali, khususnya di Buleleng, semakin intensif dilakukan.

Meskipun terbuka terhadap pengaruh budaya asing, ada upaya gigih untuk tetap mematuhi pakem dan aturan yang telah lama mengakar dalam kesenian Bali. Pentingnya evaluasi dalam setiap pementasan juga ditekankan.

 Baca Juga: BRI Kembali Ditunjuk KSEI Sebagai Bank Pembayaran dan Bank Administrator RDN

Dirinya menyoroti pentingnya kolaborasi internasional yang patut untuk terus ditingkatkan. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan seniman dari Kanada yang telah mulai mengadopsi kesenian karawitan. Mereka sering berbagi karya, cerita, dan pengalaman.

“Budaya Barat memiliki disiplin yang tinggi dalam proses penciptaan seni, dan itu yang bisa kita pelajari dan adopsi,” kata Putu Aldi. (dhi)

 

Editor : Wiwin Meliana
#karawitan bali #Sanggar Anglocita Suara #Mancanegara