BALIEXPRESS.ID - Desa Nagasepaha adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Dari namanya, mungkin banyak yang mengira ada kaitannya dengan naga, makhluk dalam leganda atau mitologi. Padahal tidak ada hubungannya.
Lokasi Desa Nagasepaha sekitar 9 kilometer di selatan Kota Singaraja. Dekat dengan jalur Singaraja-Denpasar.
Desa ini terkenal dengan potensi seni, pertanian, dan industri kecil, terutama para pengrajin wayang kaca dan wayang kulit yang ada di sana.
Berdasarkan sumber dari website desa dan jurnal dari Universitas Pendidikan Ganesha yang ditulis oleh Ni Kadek Sanchi Krisna Dewi dan I Nyoman Putra Yasa pada tahun 2021, nama Nagasepaha berasal dari dua kata: "nangka" yang berarti buah nangka, dan "sepaha" yang berarti dibuang.
Nangka kalau diucapkan lebih cepat seperti melafalkan kata naga. Jadi, secara harfiah, Nagasepaha berarti "nangka yang dibuang."
Tidak ada catatan pasti mengenai kapan Desa Adat Nagasepaha didirikan. Namun, menurut cerita para sesepuh, Desa Nagasepaha awalnya adalah bagian dari Desa Prabakula.
Dulunya, wilayah ini dikenal sebagai Banjar Kelodan, yang termasuk dalam Desa Prabakula.
Saat ini, Desa Prabakula sudah berubah jadi Desa Padangbulia.
Suatu ketika, Desa Prabakula mengadakan upacara besar di Pura Balai Agung, di mana setiap banjar diwajibkan membawa persembahan atau pesu-pesuan.
Banjar Kelodan mendapat tugas membawa buah nangka, tetapi setiap kali dipersembahkan.
Akan tetapi, buah tersebut selalu dalam keadaan rusak atau hanya berisi ampas.
Setelah terjadi sampai tiga kali, warga Desa Prabakula memutuskan untuk mengeluarkan Banjar Kelodan dari keanggotaan desa melalui musyawarah besar.
Akhirnya, 27 kepala keluarga dari Banjar Kelodan mendirikan desa baru yang diberi nama Nagasepaha, untuk mengingatkan peristiwa tersebut.
Meskipun tidak ada tanggal pasti mengenai pemisahan ini, berdasarkan kidung Jayapurana, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada tahun Saka 1069 atau 1147 Masehi.
Secara topografi, Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng merupakan daerah dataran rendah yang berbatasan dengan:
- Sebelah utara: Desa Petandakan
- Sebelah selatan: Desa Padangbulia
- Sebelah timur: Desa Pegadungan
- Sebelah barat: Desa Sari Mekar
Desa Nagasepaha kini terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Dajan Margi di bagian selatan dan Dusun Delod Margi di bagian utara.
Penduduk Desa Nagasepaha seluruhnya beragama Hindu. Jumlahnya hampir 2000 jiwa. ***
Editor : Y. Raharyo