BALIEXPRESS.ID-I Nyoman Sugawa Korry memantapkan diri untuk maju dalam Pilkada Buleleng 2024 mendatang.
Dalam kanal youtube Jeg Bali, Ketua DPD Partai Golkar Bali itu menyebut bahwa dorongan itu datang dari para kader Golkar di Buleleng.
Baca Juga: Gagal Pilkada Buleleng 2007, Sugawa Korry Kembali Incar Kursi Buleleng 1; Menang Kalah Hal Biasa
Hal ini lantaran kekosongan calon bakal bupati Buleleng dari Partai Golkar pada Pilkada 2024 mendatang.
Kekosongan tersebut kata Sugawa Korry dikarenakan ketentuan KPU yang mewajibkan caleg terpilih wajib mengundurkan diri saat maju pilkada.
“Ini menyebabkan konstelasi, di Buleleng suara golkar itu posisinya kan naik dari tujuh menjadi sebelas jadi berhak mencalonkan sediri 20%,” jelasnya dikutip pada Jumat (03/08/2024).
Baca Juga: Batu Sakral di Pelinggih Gedong Artha Banyupoh, Jadi Tempat memohon rejeki
“Ternyata lima calon yang kami kirim itu mundur, kosong di Buleleng,” imbuhnya.
Pihaknya pun menyebut bahwa di internal partai Golkar mengusulkan agar dirinya maju sebagai bakal calon bupati Buleleng pada pilkada 2024.
“Karena kasian juga golkar yang naik suaranya namun tidak punya calon (bupati)” jelasnya.
Saat dihubungi oleh Ketua DPD Golkar Buleleng, Sugawa Korry pun mnegaku tidak menawarkan diri.
Hanya saja, karena hal tersebut merupakan mandat yang diberikan oleh para kader akhirnya ia pun mempertimbangkan.
Baca Juga: Ini Alasan Batu Pulaki Dianggap Sakral, Bisa Gunakan untuk Pedagingan
“Saat itu diadakan pertemuan semua kader Golkar termasuk saya diundang sebagai pribadi bukan sebagai Ketua DPD,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, para kader dan pengurus partai Golkar pun sepakat untuk mengusung Sugawa Korry maju dalam PIlkada Buleleng 2024.
Lebih lanjut, Sugawa Korry menyebut bahwa kondisi ini sama seperti dirinya maju pada pilkada Buleleng 2007 silam.
Ia maju lantaran pada saat itu adanya kekosongan calon sehingga nekat maju sebagai calon Bupati Buleleng.
Editor : Wiwin Meliana