BALIEXPRESS.ID - Memasuki bulan Agustus, rekomendasi nama calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk Pilgub Bali dari PDIP belum turun dari pusat.
Namun, beberapa paket yang digadang-gadang akan dijagokan PDIP telah berseliweran di sosial media.
Demikian juga paket-paket tersebut seperti Wayan Koster - Nyoman Giri Prasta atau Koster - Giri, kemudian ada juga paket Nyoman Giri Prasta - Bintang Puspayoga atau Giri - Bintang telah dibuatkan survei ‘ala-ala’ oleh masyarakat.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Desa Sebudi Karangasem: Dari Nama Kuno hingga Kaitannya dengan Pura Besakih
Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali, IGN Jaya Negara, indikator pertama yang digunakan dalam pemberian rekomendasi adalah survei.
Dari survei akan diketahui apakah kader tersebut layak untuk dicalonkan.
“Saya rasa indikator dipakai pertama pasti survei, apakah kader layak untuk dicalonkan,” katanya saat hadir dalam kegiatan bersih-bersih sungai yang digelar DPC PDI Perjuangan Denpasar, Sabtu (10/8).
Namun, terkait rekomendasi untuk Pilgub, Jaya Negara menegaskan agar menanyakan langsung ke Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster. “Untuk rekomendasi (Pilgub) lebih baik Pak Ketua yang ditanya,” ucapnya.
Baca Juga: Wayan Setiawan Soroti Pemilihan MDA Bali: Pertanyakan Soal Bendesa Agung dan Panggilan Ratu
Disinggung terkait kapan kira-kira rekomendasi tersebut turun, ia juga mengaku belum mengetahui pasti.
Kendati demikian, kata dia, biasanya akan ada panggilan dari DPP yang dijadwalkan per DPD untuk dipanggil.
Jaya Negara mengaku hanya menunggu kapan jadwal pemanggilan itu turun.
“Tanggalnya belum tahu. Kalau biasanya ada panggilan dari DPP dijadwalkan per provinsi, per DPD dipanggil. Kita tinggal tunggu saja,” tutupnya.
Baca Juga: Sejarah Desa Gitgit: Berasal dari Kata Batu Padas, Jadi Markas Belanda pada Era Kolonialisme
Meski nama-nama yang direkomendasikan belum diumumkan secara resmi, namun bocoran-bocoran telah menyebar.
Berdasarkan gambar yang beredar, menunjukkan daftar nama-nama yang tampaknya diusung PDIP dalam Pilkada nanti.
Adapun potensi elektoral calon kepala daerah PDIP di beberapa kabupaten/kota di Bali dalam gambar tersebut: Di Kabupaten Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta sebagai calon bupati petahana dan I Wayan Diar sebagai calon wakil bupati memiliki elektabilitas di atas 70%, dengan potensi kuat untuk menang. Di Kabupaten Buleleng, wakil petahana I Nyoman Sutjidra, diusung menjadi calon bupati bersamaa Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna sebagai calon wakil bupati, juga menunjukkan elektabilitas yang sama, menjanjikan hasil yang positif dalam pemilihan. Di Kabupaten Gianyar, petahana I Made Mahayastra, sebagai calon bupati, dan Anak Agung Gde Mayun sebagai calon wakil bupati, keduanya diprediksi menang dengan elektabilitas di atas 75%.
Sementara itu, di Kabupaten Jembrana, I Made Kembang Hartawan sebagai calon bupati dan I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai calon wakil bupati menghadapi tantangan berat dengan elektabilitas di bawah 40%, menunjukkan potensi yang masih berat. Di Kabupaten Karangasem, I Gede Dana sebagai calon bupati petahana memiliki peluang kemenangan yang signifikan dengan elektabilitas lebih dari 65%, meski nama calon wakil bupati yang masing kosong. Di Kabupaten Tabanan, petahana I Komang Gede Sanjaya, sebagai calon bupati, dan I Made Dirga sebagai calon wakil bupati dari ketua DPRD Tabanan, menunjukkan elektabilitas di atas 70%, sehingga diprediksi menang.
Untuk Kota Denpasar, IGN Jaya Negara sebagai calon wali kota petahana, bersama I Kadek Agus Arya Wibawa sebagai calon wakil wali kota, juga menunjukkan elektabilitas yang tinggi di atas 70%, dengan potensi kemenangan yang kuat. Sementara itu, di Kabupaten Badung dan Klungkung, tidak ada nama calon yang tersedia dalam data tersebut.(ika)
Editor : Wiwin Meliana