Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jangan Panik! Jika Kena Babahi, Gunakan Daun Sirih sebagai Obat

I Putu Mardika • Selasa, 13 Agustus 2024 | 04:25 WIB

Daun Sirih menjadi salah satu sarana penting dalam penanganan penyakit Babahi
Daun Sirih menjadi salah satu sarana penting dalam penanganan penyakit Babahi
BALIEXPRESS.ID-Jika mengalami ciri-ciri terkena Babahi, maka harus dilakukan penanganan secara non medis. Sebab, penyakit ini tidak bisa ditangani dengan pendekatan medis.

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika ada yang memiliki ciri-ciri terkena Babahi? Siapa saja yang berpotensi terkena Babahi?

Praktisi atau penekun Lontar, Ida Bagus Gede Arsana dari Geriya Arsa Mayun Buduk, dalam YouTube Yudha Triguna Channel menjelaskan Penyakit Babahi akan menyerang orang yang suka melamun, jarang sembahyang, kemudian orang yang sedang menyelenggarakan pawiwahan.

Menurutnya, orang yang suka stress juga akan berpotensi terkena bebai karena diakibatkan oleh kekosongan pikiran.

“Orang yang melaksanakan perkawinan, di saat metanjung sambuk, ada unsur kala. Maka orang yang berniat tidak baik karena dulu merasa sakit hati atau dendam, Nah disanalah kesempatan untuk memasang bebainan,” paparnya.

Menurutnya, kalau ada orang yang terkena Babahi, di awal bisa disembur dengan sirih, pinang, kapur yang dikunyah lalu disebur pada orang yang kena Babahi di sekujur tubuh, sehingga segera sadar.

Kemudian bagi yang paham mantra bisa merapalkan mantra saat mengunyah. Kalau tidak hafal, bisa dengan mesaha.

Baca Juga: Arak dalam Tradisi Usada Bali: Sembuhkan Orang Gila dan Kena Guna-guna: Ini Racikannya

Selain itu bisa memohon kepada Bhatara Dalem, karena sumber sakit itu dari madyaning dalem, agar dinetralisir.

Menurut Kitab Ayurveda, sakit adalah akibat tergangunya keseimbangan Tri Dosha dalam tubuh, sehingga tubuh tidak dapat melakukan tugasnya.

Tri Dosha terdiri atas Vayu (Vata), Pitta, dan Kapha yang di identikan dengan elemen Vāta (Udara), Pitta (Api) dan Kapha (Air).

Oleh karena itu cara pengobatannya juga memakai sarana (Usadha Babahi) Udara seperti dengan cara ditiup (Usadha Punggung Tiwas) baik pada ubun-ubun atau tubuh si sakit dengan merafal mantra tertentu berulang-ulang.

Kemudian sarana Api yaitu dengan cara sisakit di asapi baik dengan dupa atau ramuan tertentu yang di bakar (tabunan) kemudian dudus penderita untuk mengeluarkan penyakitnya, dan yang terakhir mempergunakan sarana Air yaitu dengan cara diruat atau di lukat.

Air yang dipakai untuk meruat atau melukat di ambil pada pertemuan sungai (campuhan) dan mata air (kelebutan/mumbul) dengan cara tidak berpakian dan tidak membayangi air tersebut.

Ketiga unsur ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan dalam tubuh, agar supaya badan bisa berfungsi dengan baik dan unsur sakit akan hilang, selain beberapa sesajen sebagai upah untuk mengeluarkan babahi tersebut pada si penderita.

Baca Juga: Arak dalam Tradisi Bali: Berkhasiat untuk Obat, Diungkap dalam Lontar Usada Ini

Menurut Usadha Babahi dan Usadha Buduh, Sedah (Base) Jambe, Apuh dipakai sebagai sembar (anggen simbuh) di kiri kanan sisakit dan badan yang lainya.

Selain itu ada beberapa cara tindakan untuk mencegah agar terhindar dari babainan yaitu dangan cara menghindari bengong dan melamun, rajin sembahyang dan hindari cemer di area suci seperti Penunggu karang, Area Sanggah Merajan dan hindari stress, jangan menutup diri serta terbuka dengan orang tua. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Babahi #Penyakit #sirih #Ayurveda