Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kebakaran Pasar Ubud; Ratusan Pedagang Cemas dengan Kondisi Dagangan, Damkar Lakukan Pendinginan

I Wayan Ananda Mustika Putra • Senin, 19 Agustus 2024 | 12:49 WIB

Ratusan pedagang yang memengalami musibah sampai saat ini masih gelisah menunggu di depan pasar Ubud Minggu (18/8).
Ratusan pedagang yang memengalami musibah sampai saat ini masih gelisah menunggu di depan pasar Ubud Minggu (18/8).

BALIEXPRESS.ID -- Akibat Kebakaran Yang melanda Pasar Ubud padaa Sabtu (17/8), ratusan pedagang yang memengalami musibah sampai saat ini masih gelisah menunggu di depan pasar Ubud.

Mereka menunggu depan pasar sambil duduk meratapi dagangan mereka berharap masih ada yang tersisa.

Baca Juga: BERSEJARAH! Hadiah HUT ke-79 RI, Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih usai Raih Podium Pertama di RBRC Austria

Sementara damkar Gianyar pos Ubud juga melakukan pendinginan area terbakar.

Salah satu pedagang I Nyoman Marni mengatakan sangat cemas dengan kondisi dagangannya mengingat pada saat kejadian dirinya sangat panik dan langsung meninggalkan dagangannya.

“Waktu kejadian saya langsung lari meninggalkan dagangan setelah melihat kepulan asap tebal,” ujarnya.

Saat ini dirinya mengaku masih cemas dengan keadaan barang dagangannya.

Baca Juga: PSSI Menang di CAS, Maarten Paes Tak Sabar Bela Timnas Indonesia: 'Menyala Abangku!'

Marni ingin melihat kondisi dagangannya walaupun dirinya percaya dagangannya tidak tersentuh api mengingat letak dagangannya di blok paling timur lantai dua.

“Walau kondisi blok timur tidak tersentuh api saya masi cemas ingin melihat barang dagangan saya namun petugas belum mengijinkan masuk,” ungkapnya.

Bu marni yang asal Tegal Tugu ini merupakan pedagang yang menjual pernak pernik, kain baju dan juga sopenir, walaupun tidak banyak yang laku namun dirinya masih bertahan selama 1,5 tahun mengais rejeki di pasar Ubud.

Baca Juga: Juliastrawan Bakal Gantikan Sri Labantari Jadi Wakil Ketua DPRD Tabanan

“Walaupun kadang tidak ada pembeli tetapi saya masih bisa bertahan untuk mengais rejeki di pasar Ubud,” pungkasnya.

Selain dirinya masih banyak pedagang lainnya menunggu di depan pasar untuk melihat keadaan barang dagangannya walaupun dilarang oleh petugas untuk melihatnya.

Selain itu, wisatawan yang berlibur ke Ubud ikut melihat kondisi pasar yang terbakar.(nan)

 

Editor : Wiwin Meliana
#pedagang #gelisah #Pasar ubud #kebakaran