BALIEXPRESS.ID-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menegaskan bahwa informasi mengenai potensi gempa besar atau megathrust, termasuk di wilayah selatan Bali, bukanlah prediksi atau peringatan dini.
Baca Juga: Soal Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BBMKG Denpasar; Bukan Berarti Segera Terjadi
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak boleh diartikan seolah-olah gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Cahyo Nugroho menyebut bahwa berdasarkan pengamatan kegempaan di selatan Bali, secara umum relative aman dengan didominasi gempa bumi magnitudo 3 sampai 4 SR.
Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan beraktivitas secara normal seperti biasa.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Melonjak Drastis Selama Parade Gebogan di Ulundanu Beratan Tabanan
"Kami harap masyarakat tidak salah paham dan tetap tenang menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk melaut, berdagang, atau berwisata di pantai," ujar Cahyo di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (19/8/2024).
Meski begitu, Cahyo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Jika terjadi gempa bumi yang kuat dengan durasi yang lama, ia menyarankan agar segera keluar dari rumah atau bangunan dan menjauhi wilayah pantai.
Baca Juga: Misteri Kamar 327 dan 2401 di Hotel Grand Inna Bali Beach: Legenda Nyi Roro Kidul dan Bung Karno
Gempa bumi besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada tahun 1757, dengan seismic gap yang kini berusia 267 tahun.
Sementara itu, gempa besar di Mentawai-Siberut terjadi pada tahun 1797, dengan seismic gap yang sudah berlangsung selama 227 tahun.
"Periode seismic gap ini sudah sangat lama," tutup Cahyo. ***
Editor : Wiwin Meliana