BALIEXPRESS.ID – Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana atau Gus Agung menanggapi potensi ancaman gempa megathrust yang diperkirakan dapat mengguncang Bali dengan nilai skala magnitudo di atas 9.
Meskipun potensi gempa megatrust ini menimbulkan kekhawatiran, Gus Agung menekankan bahwa gempa merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi oleh wilayah yang berada di kawasan ring of fire.
"Ya kita salah satu risiko ring of fire kan begitu kan, ada potensi begitu," ujar Gus Agung, Selasa (20/8/2024).
Gus Agung menyadari bahwa risiko gempa bumi dan bencana lainnya adalah bagian dari konsekuensi hidup di kawasan yang subur tetapi juga rawan bencana.
"Kita itu resiko negara yang ring of fire, segala resikonya kita terimalah baik itu baik maupun jeleknya. Jangan mau terima baik-baiknya aja kayak gitu," ungkapnya.
Terkait dampak isu gempa megathrust terhadap jumlah kunjungan wisatawan, Gus Agung menyatakan bahwa hal tersebut belum bisa diprediksi.
Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan dan mitigasi bencana yang baik.
"Ya kita nggak tahu ya, Kapan itu terjadi. Namanya ya sistem mitigasi lagi, pelatihan, early warning lagi sistemnya dicek. Nah ini kan ada masukan dari BMKG ya gitu ya," katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan upaya mitigasi, termasuk dengan melakukan simulasi dan memastikan sistem evakuasi berfungsi dengan baik.
"Cek terus semuanya untuk preventifnya seperti apa jadi simulasi. Jadi begitu ada semacam ini ya kita, pemerintahan daerah harus merespon dengan Badan Penanggulangan bencananya gitu loh. Apakah itu simulasi entah seperti apa dan lain sebagainya," sarannya.
"Jadi kalau terjadi tsunami atau apa yang dipersiapkan pesawatnya menuju ke mana kan, evacuation systemnya ke mana, kan lama ini enggak pernah dilatih lagi," tambah Gus Agung. (*)
Editor : I Made Mertawan