Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

VIRAL!!! Guru SMP di Bali Bikin Konten yang Diduga Eksploitasi Siswi-nya  

I Putu Suyatra • Rabu, 21 Agustus 2024 | 14:20 WIB
Beberapa foto ynag diposting akun instagram @nangkela
Beberapa foto ynag diposting akun instagram @nangkela

BALIEXPRESS.ID - Sebuah konten yang dianggap mencoreng citra guru dan Bali viral di media sosial. Konten yang diduga melibatkan seorang guru dalam eksploitasi siswi SMP.

Konten tersebut menampilkan video dan foto siswi berpakaian seragam ketat dengan pose sensual yang tidak pantas.

Guru yang diduga terlibat dalam kasus ini diketahui sering membuat konten dengan sejumlah siswi SMPN 2 Kerambitan sebagai model.

Hal ini terlihat dari seragam yang dikenakan dan lokasi pengambilan gambar yang berlatar di sekolah tersebut.

"MARAH BGTT ANJIRRR lagi marak²nya kasus r*pe ni oknum GURU SMP malah bikin konten² yang objectify minors alias MURID²NYA SENDIRI," tulis pemilik akun X @nad3tte.

Postingan itu disertai dengan foto-foto dan video yang diunggah akun instagram @nangkela dan dianggap mencoreng nama baik seorang guru.

Hingga Rabu pagi (21/8) postingan itu pun sudah ditayangkan oleh 2,3 juta pengguna.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, menyatakan akan menghubungi Sekda Tabanan terkait hal ini.

Dewa Made Indra menegaskan bahwa ia akan segera menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini.

"Saya akan menelepon Sekda Tabanan, setidaknya untuk memerintahkan kepala dinas pendidikan segera mencari tahu bagaimana peristiwa ini terjadi," ujarnya.

Viralnya konten ini hingga ke tingkat nasional mendorong Sekda Bali untuk turun tangan menyelidiki, terutama karena banyaknya komentar masyarakat yang mengecam penggunaan seragam ketat di sekolah, yang dianggap mencoreng nama Bali.

"Aturan seragam di sekolah tentu ada, seperti berpakaian sopan, bagi siswi pakaian tidak boleh ketat, rok harus di bawah lutut, dan kaos kaki di atas mata kaki. Saya pikir semua sekolah menerapkan aturan ini," tambah Dewa Indra.

Dewa Made Indra juga menekankan bahwa kasus ini kemungkinan besar bersifat individual dan harus menjadi pelajaran bagi kepala sekolah untuk lebih memperhatikan pembinaan terhadap guru.

Ia menduga Pemda Tabanan seharusnya sudah mengetahui kasus ini mengingat ramainya perbincangan di media sosial. Ia berharap pemerintah kabupaten segera mengambil tindakan yang diperlukan.

"Kami berharap Pemda Tabanan segera bertindak untuk mengatasi kasus ini. Jika nanti terbukti ada pelanggaran disiplin, kami sarankan agar tindakan tegas segera diambil," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, membenarkan adanya kasus ini dan menyatakan bahwa tindakan awal sudah diambil oleh pihak sekolah.

"Sudah dilakukan rapat dengan kepala sekolah, pengawas, dan wakil kepala sekolah. Guru yang bersangkutan sudah dipanggil, akun media sosialnya diperintahkan untuk dihapus, dan guru tersebut diberikan sanksi pembinaan," ungkapnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#siswi #bali #guru #viral #SMPN 2 Kerambitan #media sosial #tabanan #Dewa Indra