BALIEXPRESS.ID - Bawaslu Bali mengemas sosialisasi Pengawasan Pemilihan dengan komedi. Hal ini dilakukan untuk memberikan nuansa baru berbagi informasi dengan masyarakat.
Demikian disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani saat melakukan sosilisasi di Buleleng, Senin (19/8).
Baca Juga: Penerimaan Pajak Bali Naik 27,08%, Kanwil DJP Kumpulkan Penerimaan Pajak Rp 9,31 Triliun
Bukan tanpa sebab, pendekatan melalui komedi menjadi pilihan untuk lebih memicu rasa ketertarikan publik dalam proses pengawasan partisipatif.
"Tema politik cukup berat jika kita bicarakan selalu dengan narasi formal, menggunakan unsur hiburan dalam hal ini bondres, kami rasa akan lebih dekat dengan lingkungan masyarakat di Bali," katanya.
Senada dengan Ariyani, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Bali, I Wayan Wirka menuturkan Komedi dalam wacana politik ini sebenarnya mampu mengemas isu-isu yang rumit seperti politik menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
"Kemasan komedi disini berperan sebagai jembatan antara dunia politik dan publik, mengajak masyarakat untuk lebih kritis namun dengan cara yang lebih ringan dan menghibur," jelas Wirka.
Baca Juga: 'Kala Api, The Age of Pawns', Made Kaek Gelar Pameran Tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta
Selain bekerjasama dengan Seniman Lokal dari Padepokan Dwi Mekar, dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilihan kali ini, Bawaslu Bali juga mengundang kelompok masyarakat adat, kelompok pemuda serta kelompok tani yang diakumulasi sejumlah 100 orang sebagai peserta.(ika)
Editor : Wiwin Meliana