Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unik! Nama Desa Silangjana Buleleng Terinspirasi dari Rasa Lawar yang Tetap Enak

I Made Mertawan • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 01:02 WIB
Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

BALIEXPRESS.ID- Desa Silangjana, yang terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki sejarah yang unik.

Dahulu, desa ini dikenal dengan nama Desa Sari Kencana sebelum berubah menjadi Desa Silangjana seperti yang dikenal saat ini.

Perubahan nama menjadi Desa Silangjana ternyata berhubungan erat dengan tradisi kuliner khas Bali, yakni lawar.

Dikutip dari website Desa Silangjana, desa ini memiliki sejarah panjang yang bermula pada abad ke-17, ketika Kerajaan Panji Sakti masih berkuasa.

Saat itu, desa ini dikenal dengan nama Desa Sari Kencana. Lokasinya di dataran rendah di sebelah timur Desa Silangjana yang sekarang.

Pada saat itu, Desa Sari Kencana dihuni oleh sekitar 40 kepala keluarga (KK), dengan struktur kepemimpinan terdiri dari 5 orang penghulu desa dan 35 anggota lainnya.

Penduduk Desa Sari Kencana berasal dari berbagai wilayah di Bali, di antaranya dari Kaba-Kaba (Tabanan), Peguyangan, Gelgel (Klungkung), Mas (Gianyar), dan Songan (Bangli).

Sekitar pertengahan abad ke-17, Desa Sari Kencana dilanda banjir yang memora-porandakan desa itu.

Untuk menghindari bencana serupa, penduduk desa memutuskan pindah ke lokasi yang lebih tinggi di sebelah barat.

Di sana  mereka menggelar upacara pacaruan, sebuah ritual umat Hindu di Bali karena itu merupakan tempat baru.

Seperti kebiasaan dalam upacara tersebut, setiap warga desa akan menerima bagian (paica atau kawas dalam Bahasa Bali) berupa lawar.

Ternyata lawar itu lupa dibagikan oleh penghulu desa. Kesibukan dan kegembiraan menempati lahan baru diperkirakan menjadi pemicunya.

Mereka sempat berpikir bahwa lawar itu sudah busuk atau basi. Namun setelah dicicipi, rasa lawar tersebut tetap enak seperti baru diolah.

Fenomena ini kemudian menjadi inspirasi bagi para penghulu desa.

Mereka menafsirkan bahwa lawar tersebut tidak kehilangan rasanya, meskipun sudah lama.

Dari peristiwa tersebut, muncul ide untuk mengganti nama desa dari Sari Kencana menjadi Desa Silangjana.

Nama "Silangjana" berasal dari istilah Bali "sing hilang-hilang jaane," yang berarti "tidak hilang-hilang rasanya."  

Hal ini mengacu pada keajaiban rasa lawar yang tidak berubah meskipun sudah lama dibiarkan.

Hingga kini, Desa Silangjana tetap mempertahankan nama tersebut sebagai identitas. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #lawar #sejarah #desa silangjana