Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pembangunan Jalan Inspeksi di Pura Luhur Uluwatu Capai 60%, Revetment untuk Lindungi Tebing Akan Segera Dimulai

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 26 Agustus 2024 | 14:43 WIB

Proses pembukaan jalan inspeksi untuk penanganan keretakan tebing Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.
Proses pembukaan jalan inspeksi untuk penanganan keretakan tebing Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

BALIEXPRESS.ID - Penataan keretakan tebing di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan kini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Bahkan penataan ruang diawali dengan pembangunan jalan inspeksi ini telah mencapai 60 persen.

Baca Juga: Misteri Candi Tebing: Tempat Bertapa Maharesi Markandhya di Gianyar yang Masih Dipercaya Memiliki Kekuatan Sakral

Setelah itu baru akan dilakukan pembangunan revetmen penahan gempuran ombak ke tebing. 

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra mengatakan dalam penanganan keretakan tebing Pura Luhur Uluwatu,  pembangunan jalan inspeksi dalam proyek penanganan keretakan tersebut. Bahkan pengerjaannya pun terus digencarkan.

Baca Juga: Janji Para Orang Tua Geng Remaja Gaza dan Balmor Bentrok di Denpasar

 “Jalan inspeksi sudah dibuka. Mulainya itu sekitar dua hari setelah prosesi mulang pakelem oleh Bapak Sekda I Wayan Adi Arnawa,” ujar Agung Rama saat dikonfirmasi Minggu (25/8). 

Menurutnya, jalan inspeksi yang dibangun ini memiliki panjang sekitar 600 meter dengan lebar rata-rata 6 meter.

 Jalan ini dibangun mulai dari utara area parkir Pura Uluwatu, kemudian melingkar di sepanjang pinggiran tebing. 

Baca Juga: UDAPTE! Bocah 9 Tahun Kritis Akibat Tertimpa Pohon Beringin Raksasa Berusia Setengah Abad di Pasar Badung Bali

“Perlu kami sampaikan, pembukaan akses ini tidak sampai mengganggu Pura. Jalan inspeksi itu berfungsi sebagai akses penunjang mobilisasi material pelaksanaan kegiatan. Utamanya yakni berkenaan dengan pembuatan revetment,” jelasnya.

Gung Rama menambahkan, pembangunan revertment ini adalah struktur pelindung yang dirancang untuk mereduksi atau meredam hantaman gelombang laut.

Sehingga mengurangi risiko keretakan lebih lanjut terhadap tebing. Pembangunan revetment ini pun akan dilakukan pada Oktober 2024.

“Astungkara tidak ada halangan, sehingga jalan inspeksi ini selesai di akhir September ini. Pada awal Oktober, sudah bisa dimulai pekerjaan lain seperti pemasangan batu armor,” jelas.

Baca Juga: Asal-Usul Desa Pacung: Kata Pancang Berarti Kuat, Begini kaitannya dengan Pura Ponjok Batu

Sebagai informasi tambahan, di website LPSE Kabupaten Badung tertulis penataan ini bernama, Pembangunan Seawall dan Pengamanan Sungai/Pantai dan Penanggulangan Bencana Alam Penanganan Tebing Retak di Pura Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan. Proyek tersebut menggunakan APBD 2024 dengan nilai kontrak Rp 78,6 miliar lebih. (esa)

 

Editor : Wiwin Meliana
#Keretakan Tebing Uluwatu #revetment #Jalan Inspeksi #Pecatu