BALIEXPRESS.ID - Proyek perbaikan jalan yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung mengalami keterlambatan.
Hingga akhir Agustus ini, pengerjaan belum dimulai, meskipun proses tender sudah selesai dan pemenangnya telah ditetapkan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Klungkung I Gede Merta Jaya, mengungkapkan bahwa meskipun termin pencairan anggaran diperkirakan keluar bulan ini, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penandatanganan kontrak.
"Proyek ini awalnya diperkirakan akan dimulai pertengahan Agustus, namun molor lagi hingga awal September. Saat ini, pengerjaan masih belum dimulai sama sekali," ujarnya.
Merta Jaya menjelaskan bahwa proyek ini merupakan satu paket yang terdiri dari dua pengerjaan. Namun, sampai saat ini, pihaknya baru sebatas mengumumkan pemenang tender. "Setiap minggu saya terus memberikan informasi terbaru. Di lapangan, kondisi jalan semakin memprihatinkan," tambahnya.
Menurutnya, kondisi jalan di beberapa lokasi sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di ruas jalan Bunga Mekar - Pura Kalibun yang menjadi prioritas dalam proyek perbaikan dan jalan di daerah Lembongan – Klatak.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah pusat melalui Direktorat Bina Marga Kementerian PUPR akan membangun dua ruas jalan di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Proyek ini adalah bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, yang dikenal sebagai Inpres Jalan Daerah.
Proyek pembangunan dua ruas jalan tersebut memerlukan total anggaran sebesar Rp56 miliar. Ruas jalan pertama, Bunga Mekar-Pura Kalibun, sepanjang 6 kilometer, akan menggunakan struktur aspal hotmix dengan anggaran Rp36 miliar. Ruas jalan kedua, Lembongan-Klatak, sepanjang 4,5 kilometer, akan menggunakan struktur beton dengan anggaran Rp20 miliar.
Sayangnya setelah dilakukan sosialisasi pada Mei 2024 lalu, dan tender proyek sudah selesai dengan dimenangkan oleh kontraktor asal Bali, Tunas Jaya Sanur (TJS), pelaksanaan proyek tertunda karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belum turun.
Penjabat (Pj) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika ketika itu menjelaskan bahwa kontrak proyek belum bisa ditandatangani sampai DIPA turun. "Begitu DIPA turun, kontrak akan ditandatangani dan proyek bisa segera dimulai," katanya. Jendrika memperkirakan DIPA akan turun pada awal Agustus sehingga proyek dapat segera dikerjakan.
Adapun ruas Jalan Lembongan-Klaktak sepanjang 4,5 kilometer merupakan ruas jalan utama di Pulau Lembongan dengan anggaran sekitar Rp20 miliar. Jalan ini tidak akan menggunakan aspal seperti kebanyakan jalan di Nusa Penida, melainkan akan dikerjakan dengan rigid pavement atau beton, mirip dengan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra.
Sementara itu, Jalan Desa Bunga Mekar-Pura Kalibun sepanjang 6 kilometer akan dibangun dengan anggaran Rp36 miliar. Ruas jalan ini merupakan akses utama menuju destinasi wisata populer di Nusa Penida seperti Pantai Kelingking, Broken Beach, dan Angle Billabong.
Menariknya, jalan ini akan menjadi yang pertama di Kecamatan Nusa Penida yang menggunakan aspal hotmix. Dimana sebelumnya pembangunan jalan lebih banyak menggunakan aspal coldmix.
"Aspal hotmix didatangkan langsung dari daratan menggunakan kapal. Waktu pengaspalan sudah diperhitungkan agar aspal tetap dalam kondisi optimal," pungkasnya. (*)