BALIEXPRESS.ID – Akses Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, kembali menjalani perbaikan menyeluruh.
Hal ini dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada delapan bidang jembatan yang mengalami korosi akibat paparan air laut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Klungkung, Made Jati Laksana, menyatakan bahwa perbaikan telah dimulai pada Senin (26/8/2024) dan diperkirakan selesai pada Selasa (27/8/2024).
Proses perbaikan ini menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp200 Juta yang telah dialokasikan untuk setahun.
"Sekarang perbaikan sudah selesai. Dan menurut informasi staf di Nusa Penida tadi pagi sudah bisa dilewati," imbuhnya.
Ditambahkannya jika korosi yang terjadi pada besi jembatan disebabkan oleh tingginya kadar garam air laut, yang mempercepat proses kerusakan. Perbaikan difokuskan pada dua sisi jembatan yang dianggap paling mendesak, dengan penggantian plat pada delapan bidang yang mengalami kerusakan parah.
"Perbaikan ini sangat krusial, mengingat kondisi plat yang sudah tidak aman," imbuhnya.
Selama proses perbaikan, akses jembatan ditutup sementara untuk sepeda motor, namun pejalan kaki masih diperbolehkan melintas dengan hati-hati.
"Kami minta warga yang melintas untuk ekstra waspada karena masih ada pekerja di lokasi," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Jembatan Kuning yang menjadi penghubung utama antara Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan ini sempat mengalami tragedi pada Minggu (16/10/2016) silam, saat mendadak ambruk pada pukul 18.10 WITA, menewaskan 8 pamedek (umat yang hendak tangkil ke pura) dan melukai 37 orang lainnya.
Jembatan yang dibangun pada era 1990-an ini runtuh akibat beberapa tali sling yang sudah lama putus. Setelah kejadian tersebut, jembatan ini kembali dibangun dengan bagian gantungnya menggunakan bahan baja untuk meningkatkan ketahanan. (*)