Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Kalianget: Dahulu Dipenuhi Pandan Harum, Kerajaan Hancur karenan Menentang Sabda Ida Bhatra Batukaru

I Putu Mardika • Kamis, 29 Agustus 2024 | 05:20 WIB

Pura Jaran Guyang Kalianget erat kaitannya dengan sejarah Desa Kalianget
Pura Jaran Guyang Kalianget erat kaitannya dengan sejarah Desa Kalianget
BALIEXPRESS.ID-Desa Kalianget, yang berada di Kecamatan Seririt, adalah sebuah desa bersejarah. Dahulu, wilayah ini sangat tandus dengan semak-semak dan hutan belukar lebat di sepanjang pantai. Di sekitarnya, terdapat berbagai pepohonan seperti pandan harum dan pudak yang menghasilkan aroma wangi saat berbunga.

Dilansir dari Website Desa Kalianget, disebutkan karena keharuman yang dipancarkan oleh pepohonan tersebut, daerah ini dinamakan Alas Harum.

Meskipun memiliki aroma yang khas, daerah ini juga terkenal angker karena pepohonan besar dan semak belukar yang lebat menjadi tempat bersemayamnya makhluk halus seperti dedemit, jin, peri, dan entitas gaib lainnya yang sering mengganggu penduduk sekitar.

Ketakutan penduduk atas keangkeran daerah ini akhirnya sampai kepada Raja Bali, Ida Dalem Anom Pemayun dari Gelgel. Untuk menenangkan daerah-daerah di Bali, Raja mengutus Ida Idewa Kaleran Mayun.

Dengan bantuan pusaka kayohanan, beliau berhasil menaklukkan para pengganggu di daerah Culik (Karangasem), Songan Kintamani (Bangli), dan Alas Harum. Ida Idewa Kaleran Mayun kemudian berhasil mengubah daerah Alas Harum yang tadinya tandus menjadi sebuah kerajaan dengan tanah yang subur.

Kerajaan yang baru didirikan tersebut dinamakan Kalianget, dan beliau menjadi penguasa yang dikenal sebagai Prabu Kalianget. Kerajaan ini berkembang sekitar tahun 1622 Masehi (Caka 1544).

Kerajaan Kalianget pernah menjadi kerajaan kecil yang makmur di Bali Utara bagian barat. Namun, kerajaan ini kemudian runtuh tanpa adanya penerus, sehingga dapat dikatakan bahwa kerajaan ini hanya bertahan sebentar.

Kehancuran Kerajaan Kalianget disebabkan oleh tindakan Raja yang berani menentang sabda Ida Bhatara Batukaru dengan menancapkan keris Pusaka Ki Baan Kau untuk mendapatkan sumber air yang akan mengaliri sungai mendaum.

Walaupun perjuangan Raja bagaikan Dewa Wisnu yang selalu berusaha mensejahterakan rakyatnya, tindakan ini berdampak fatal bagi kerajaan dan Raja itu sendiri. Setelah kerajaan hancur, Raja bersama istri dan anak-anaknya pindah ke daerah Tabanan.

Di sana, Raja Gianyar memberikan tempat tinggal di sebelah selatan Kerajaan, yaitu di Manik Selaka (Tabanan).

Di tempat inilah putra-putra Raja melangsungkan upacara perkawinan hingga akhirnya Raja Kalianget, Ida Idewa Kaleran Mayun Sakti, wafat di Manik Selaka Tabanan. Putra-putra dan keturunan Raja kemudian mengabdi di Puri Mengwi.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Raja Mengwi mendirikan Puri Batan Wani di Kukuh, sebuah puri yang disegani musuh. Keturunan Ida Idewa Kaleran Mayun kemudian menyebar ke seluruh Bali bagian timur, selatan, dan barat, menjadi bagian dari keluarga Dalem.

Bukti sejarah yang ditinggalkan oleh Raja Kalianget yang masih dapat dikenang oleh masyarakat Desa Kalianget dan sekitarnya hingga saat ini antara lain Nama Kalianget, yang kini menjadi nama Desa Kalianget.

Sungai Mendaum yang digali oleh Raja, yang hingga kini masih mengairi persawahan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Seririt dan Kecamatan Banjar.

Tempat-tempat pemujaan (Pura) yang didirikan oleh Raja dan masih berdiri kokoh hingga sekarang, dengan nama-nama yang tetap dikenang sepanjang masa, termasuk: Pura Alas Harum, Pura Dalem Dasar, Pura Prabu, Pura Aswa Mapwe (Pura Jaran Guyang), Pura Taman Batur, Pura Taman Berawah, Pura Manik Galih, dan Pura Penyusuhan (Pura Lesung).

Untuk menghormati jasa-jasa Ida Sang Prabu, masyarakat Kalianget mendirikan Pura pada tahun 1949 untuk menstanakan Ida Bhatara Sakti (Jaya Prana), Dewa Ayu Layonsari, Ida Sang Prabu Kalianget, Paman Patih Sawung Galing, dan Dewa Nyoman Arya Utama. Pura tersebut dinamakan "Pura Anyar". (dik)

 

Photo
Photo
Editor : I Putu Mardika
#layonsari #Desa Kalianget #seririt #jayaprana #sejarah #buleleng