BALIEXPRESS.ID – I Wayan Kari Subali, seorang politikus senior, kembali mencuri perhatian publik. Dia mencalonkan diri sebagai calon bupati Karangasem, Bali, setelah 25 tahun jadi anggota Dewan.
Yang menarik dari pencalonannya sebagai bupati Karangasem, dia janji tidak akan mengambil gaji dan tunjangan apabila terpilih sebagai bupati dari Bumi Lahar.
Politikus nyentrik yang kerap memakai topi koboi ini juga lumayan tajir. Berdasarkan LHKPN di KPK, kekayaan Kari Subali pada 31 Desember 2023 mencapai Rp28,73 miliar.
Lahir di Pidpid, Karangasem, pada 22 Juli 1956, Kari Subali telah melalui perjalanan panjang dalam dunia politik Bali.
Berasal dari Banjar Pidpid Kaler Dauh Margi, Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, ia memulai karier politiknya di PDI Perjuangan, di mana ia menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Abang periode 1998-2004.
Selama lebih dari dua dekade, ia telah terpilih menjadi anggota dewan sebanyak lima kali melalui tiga partai berbeda. Ia mengawali karier legislatifnya sebagai anggota DPRD Karangasem dari PDI Perjuangan pada periode 1999-2004 dan 2004-2009.
Kemudian, ia beralih ke PNI Marhaenisme dan berhasil menjadi anggota DPRD Bali periode 2009-2014, meski PNI Marhaenisme tidak memiliki kursi di DPR RI karena tidak mencapai parlementary treshold.
Karier politiknya berlanjut di Partai NasDem, di mana ia terpilih sebagai anggota DPRD Bali untuk dua periode berturut-turut, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.
Pada Pemilu 2024, pria yang terkenal berjiwa sosial ini tidak mencalonkan diri lagi. Melainkan dia memilih ingin bertarung dalam Pilkada Karangasem.
I Wayan Kari Subali menarik perhatian dengan janji politiknya yang berbeda dari calon lain dalam Pilkada Karangasem.
Bersama pasangannya, Ketut Putra Ismaya Jaya, yang dikenal sebagai pasangan "Karisma," mereka mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem melalui jalur independen. Pasangan Karisma berhasil mengumpulkan lebih dari 33.053 dukungan berupa KTP.
Saat mendaftarkan diri di KPU Karangasem, Kari Subali membacakan pakta integritas di hadapan para pendukungnya, dengan janji yang cukup mengejutkan: jika terpilih, ia tidak akan mengambil gaji, tunjangan, atau hak-hak lain sebagai bupati, kecuali untuk makan dan minum di rumah dinas. Pernyataan ini disaksikan oleh pendukungnya dan ditandatangani di hadapan notaris.
Kari Subali berkomitmen bahwa gaji dan tunjangan yang seharusnya ia terima akan dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni di Karangasem.
"Kami hadir untuk masyarakat Karangasem," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa ia siap diberhentikan dari jabatannya jika melanggar janji tersebut.
Pada 30 April 2024, I Wayan Kari Subali melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Total kekayaannya mencapai Rp28,73 miliar, dengan mayoritas aset berupa tanah dan bangunan di Kabupaten Karangasem dan Buleleng.
Ternyata, kekayaannya mayoritas dalam bentuk tanah dan bangunan. Berikut rincian kekayaan tersebut:
A. Tanah dan Bangunan – Total Rp27.780.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (300.000 m²/500 m²) - Rp21.000.000.000
- Tanah di Karangasem (220.000 m²) - Rp440.000.000
- Tanah di Karangasem (220.000 m²) - Rp440.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (4.320 m²/500 m²) - Rp1.500.000.000
- Tanah di Buleleng (5.368 m²) - Rp750.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (430 m²/150 m²) - Rp200.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (739 m²/200 m²) - Rp250.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (870 m²/200 m²) - Rp250.000.000
- Tanah di Karangasem (1.300 m²) - Rp400.000.000
- Tanah di Karangasem (2.000 m²) - Rp500.000.000
- Tanah di Karangasem (9.500 m²) - Rp400.000.000
- Tanah di Karangasem (1.100 m²) - Rp350.000.000
- Tanah di Karangasem (2.160 m²) - Rp400.000.000
- Tanah di Karangasem (3.040 m²) - Rp600.000.000
- Tanah dan bangunan di Karangasem (100 m²/50 m²) - Rp150.000.000
- Tanah di Karangasem (800 m²) - Rp150.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin – Total Rp370.000.000
- Nissan Terano Minibus Tahun 1998 - Rp140.000.000
- Toyota Kijang Minibus Tahun 1900 - Rp60.000.000
- Suzuki Carry Minibus Tahun 1900 - Rp55.000.000
- Gazz Rusia Penumpang Tahun 1900 - Rp40.000.000
- Toyota Penumpang Tahun 2012 - Rp75.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya – Total Rp572.000.000
D. Kas dan Setara Kas – Total Rp9.986.504.
Kari Subali tidak memiliki utang. Sehingga kekayaannya mencapai Rp28.731.986.504. ***
Editor : Y. Raharyo