Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Inisiasi Program ASBAK Sebagai Model Percontohan UKS di Kota Denpasar

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 30 Agustus 2024 | 20:06 WIB

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar oleh Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar oleh Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali.

BALIEXPRESS.ID - Implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Kepada Masyarakat memang telah secara rutin dilaksanakan oleh Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali. Kegiatan PKM dilakukan sebagai bentuk pengabdian dosen dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Masyarakat.

Tim Pengabdian yang diketuai oleh Ns. Ni Komang Tri Agustini, S.Kep., M.Kep (ITEKES BALI) dengan Wahyu Krisna Yoga, S.TP., M.Sc  (ITEKES BALI), Pande Putu Gede Putra Pertama, S.T., M.T (ITB STIKOM BALI) dan dan dibantu oleh Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Ners ITEKES BALI.

 Baca Juga: Cerita Aiptu Suprapta; 24 Tahun Jadi Pelatih Anjing di Polres Buleleng

“Pengabdian Masyarakat ini berada pada Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM). PKM ini berfokus pada inisiasi program yang melibatkan sekolah untuk memberantas anemia pada remaja serta memberdayakan sekolah melalui kader sebaya untuk kemandirian kesehatan,” jelas Tri Agustini. 

Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 28 sampai 29 Agustus 2024 ini mulai dari pembentukan dan pelatihan kader sebaya atau konselor sebaya yang melibatkan siswa anggota PMR dan OSIS. Kedua ada pelatihan dan pendampingan kader tentang pemberian layanan kesehatan berupa skrining kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, suhu, nadi dan respirasi.

Dalam kesempatan itu, Tri Agustini mengatakan ketiga ada pelatihan dan pendampingan kader untuk melakukan skrining anemia dengan melakukan pengecekan Hb secara berkala. Keempat pendampingan dalam membuat jajanan sehat seperti nugget bayam. Kelima pembuatan aplikasi UKS berbasis web yang diberi nama program ASBAK (Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif). Sedangkan keenam modifikasi lingkungan sekolah sehat seperti kebun gizi.

 Baca Juga: Max Anjing Milik Polres Buleleng Ikut Amankan Pendaftaran Calon Bupati Buleleng

“Masalah kesehatan anemia pada remaja masih menjadi prioritas saat ini. Permasalahan yang terjadi lebih berfokus pada perilaku kesehatan dan kemandirian kesehatan. Apabila tidak ditanggulangi maka akan meningkatkan risiko terjadinya stunting di kemudian hari,” papar Tri Agustini.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat salah satu dosen ITEKES Bali ini juga menambahkan bahwa tujuan dibentuknya UKS berbasis web adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih sehat. Peran UKS pada jenjang SMP penting dalam mencegah masalah kesehatan.

“UKS berbasis web yang kami inisiasi berfokus pada skrining kesehatan secara umum dan anemia remaja putri secara khusus. Program ASBAK ini merupakan sistem informasi yang mencakup data kesehatan Siswa SMP Dharma Wiweka,” pungkasnya.

 Baca Juga: Transportasi Layanan Kesehatan Digital di Indonesia Masih Belum Merata

Disebutkan bahwa e-UKS ini merupakan sistem informasi dalam proses pencatatan yang terdiri dari data kesehatan siswa SMP seperti tanda-tanda vital (data pengukuran tekanan darah, Nadi, Pernafasan dan Suhu). Monitoring kadar Hb siswa.

Kepatuhan siswa dalam konsumsi tablet tambah darah pada siswa remaja putri, dan riwayat kesehatan siswa seperti penyakit bawaan atau alergi yang dialami oleh siswa atau keluhan penyakit yang dialami siswa. “Selain pencatatan, UKS berbasis web ini juga dapat digunakan sebagai laporan skrining kesehatan karena telah disetting per tahun,” pungkasnya.

Lokasi mitra dalam kegiatan ini adalah SMP Dharma Wiweka. Pemilihan lokasi ini atas dasar hasil survey masalah yang dialami diantaranya terdapat perilaku kesehatan berisiko anemia pada remaja putri. Hal ini didasarkan bahwa masih ada siswa yang belum memahami tentang anemia dan pentingnya melakukan pengecekan kadar Hb secara rutin.

 Baca Juga: Transportasi Layanan Kesehatan Digital di Indonesia Masih Belum Merata

Selain itu masih ada siswa yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah sehingga tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat membuat Program Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif sebagai model percontohan UKS di Kota Denpasar.

Melalui program ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang dialami oleh mitra, meningkatkan pemberdayaan sekolah khususnya Kader dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemberian layanan kesehatan dan memodifikasi lingkungan dalam pembuatan jajanan sehat bergizi.

Kegiatan ini pun disambut baik oleh Kepala Sekolah Bapak Drs. I Wayan Mariana, M.Si. Pembukaan kegiatan ini langsung dihadiri oleh Bapak Kepala Sekolah yang menyambut positif kegiatan ini. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sebaya di sekolah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada sesama teman dan remaja di sekolah dan diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

 Baca Juga: Transportasi Layanan Kesehatan Digital di Indonesia Masih Belum Merata

Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh penanggung jawab UKS di Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan yang berterimakasih atas kegiatan yang telah dilakukan.   “Selain pelatihan dan pendampingan, tim PKM juga menyerahkan bantuan sarana dan UKS seperti, Set Alat ukur Glukosa, Hb, Asam Urat dan Kolesterol, Tensimeter, timbangan digital, termometer, microtoise, Tas P3K dengan isinya, kotak P3K dengan obat-obatan,  sarana penunjang lainnya dan aplikasi UKS berbasis web yang sudah terinstal di komputer sekolah, modifikasi lahan sekolah untuk kebun gizi seperti tanaman bayam,” tutup Tri Agustini. (ade)

Editor : Wiwin Meliana
#pengabdian #ITEKES #denpasar #uks