BALIEXPRESS.ID– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Buleleng yang telah resmi ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota (Kata) Kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2024.
Penetapan ini merupakan pengakuan atas keunggulan sektor ekonomi kreatif di Buleleng, khususnya produk kriya yang menjadi unggulan daerah tersebut.
Baca Juga: Misteri Batu Hidup dan Kesaktian Ki Pasung Grigis di Pura Dalem Pasung Grigis
“Dalam kunjungan saya, saya melihat langsung berbagai produk kriya dari Buleleng yang luar biasa. Kerajinan tangan dan pertenunan yang dihasilkan menunjukkan kualitas tinggi dan menjadi sektor unggulan dalam pencapaian sebagai Kata Kreatif,” ujar Sandiaga Uno usai menghadiri workshop Kata Kreatif di Gedung Sasana Budaya, Singaraja, pada 30 Agustus 2024.
Setelah penetapan ini, Sandiaga Uno menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan intensif agar Buleleng dapat diusulkan menjadi bagian dari UNESCO Creative City Network.
“Untuk mendukung Buleleng menjadi bagian dari UNESCO, kita perlu mempersiapkan peningkatan interkonektivitas melalui pengembangan infrastruktur seperti kapal cepat, jalan tol, dan bandara,” kata dia.
Baca Juga: Kisah Tragis Khulatul Musidah: Kecelakaan Maut di Jalan Raya Ranggeh Gara-gara Ban Terpeleset
Sebelumnya, pada 26 Agustus 2024, Buleleng diresmikan sebagai salah satu kabupaten kreatif di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Pengakuan ini membawa kebanggaan bagi Buleleng, sekaligus tanggung jawab besar untuk lebih menggiatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif, serta penyediaan sarana dan penguatan jejaring.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, Kabupaten Buleleng, kini tengah bersiap menuju UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Pendaftaran untuk seleksi nasional akan dibuka pada 6 September mendatang, dan hanya dua kota dari Indonesia yang akan diajukan. Buleleng, dengan kekuatan kriya sebagai subsektor unggulannya, berkomitmen untuk berpartisipasi dalam seleksi tersebut.
Baca Juga: Jegeg Bulan Rilis Single Terbaru 'Menyala Wi': Lagu Koplo Bali yang Memikat Hati, Begini Liriknya
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng akan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pentah Helix ABCGEM (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Media) untuk meningkatkan branding dan jejaring produk UMKM. Produk dari subsektor kriya, kuliner, musik, fashion, seni pertunjukan, film, animasi, penerbitan, dan lainnya diharapkan dapat meraih dampak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bagian dari persiapan, Pemkab Buleleng akan melakukan kurasi terhadap pelaku UMKM.
Kurasi ini mencakup seleksi berdasarkan level, menentukan kesiapan UMKM untuk maju ke tingkat nasional, provinsi, atau yang masih memerlukan pembinaan lebih lanjut.
“Misalnya, subsektor seni pertunjukan akan dikurasi oleh Dinas Kebudayaan yang saat ini memiliki data 107 sanggar seni, dan masih banyak lagi yang belum terdata,” kata dia.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Posisi Global sebagai Tuan Rumah HLF-MSP 2024 di Bali
Selain itu, Pemkab Buleleng juga berfokus pada peningkatan kualitas dan higienitas subsektor kuliner dengan melibatkan Dinas Kesehatan, BPOM, dan Dinas Koperasi dan UKM. Kuliner tradisional khas Buleleng seperti belayag, siobak, serta olahan hasil laut dari Desa Les, akan menjadi andalan dalam pengembangan subsektor ini.
Pada tahun ini, Buleleng juga berupaya menyusun naskah akademik sebagai dasar peraturan daerah (Perda) yang akan melindungi dan mengembangkan ekonomi kreatif di kabupaten tersebut.
“Targetnya, Perda ini dapat diselesaikan pada akhir tahun sehingga menjadi payung hukum bagi pengembangan ekonomi kreatif di Buleleng,” tambah Dody.
Pemkab Buleleng berharap dengan terbukanya pangsa pasar melalui jejaring yang kuat hingga ke tingkat internasional, produktivitas pelaku UMKM akan meningkat. Ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Buleleng yang tercermin dalam peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) tahunan. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana