Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siapa Menyangka Sejarah Nama Desa Baturiti Tabanan Berawal dari Penemuan Batu yang Bentuknya Aneh

Y. Raharyo • Minggu, 1 September 2024 | 00:49 WIB
Desa Baturiti di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, memiliki sejarah yang panjang.
Desa Baturiti di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, memiliki sejarah yang panjang.

BALIEXPRESS.ID - Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi salah satu desa yang cukup strategis. Berada di jalur utama Jalan Denpasar-Singaraja atau jalur Bedugul, desa ini memiliki sejarah yang sangat panjang.

Sejarah Desa Baturiti tidak bisa dilepas dari keberadaan Desa Batunya. Dikutip dari web desa, berdasarkan cerita turun-temurun, Desa Baturiti didirikan pada tahun 1883 Masehi dan awalnya merupakan bagian dari wilayah Desa Batunya.

Seiring berjalannya waktu, Desa Baturiti berkembang dan menjadi pusat pemerintahan dengan letak yang lebih strategis dan sentral.

Keputusan untuk memindahkan pusat kegiatan pemerintahan dari Desa Batunya ke Baturiti tidaklah tanpa alasan.

Lokasi Desa Baturiti yang lebih strategis dan sarana perhubungannya yang lebih baik membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk menjadi pusat pemerintahan.

Pemindahan ini membawa dampak signifikan bagi perkembangan wilayah tersebut, menjadikan Baturiti sebagai pusat aktivitas yang lebih dinamis dan berkembang pesat.

Asal Usul Nama Baturiti

Nama "Baturiti" tidaklah muncul begitu saja, melainkan memiliki makna mendalam yang berakar dari kondisi alam dan kebiasaan masyarakat setempat.

Pada saat perluasan wilayah ke sebelah barat dari Desa Batunya, penduduk menemukan sebuah tempat pemujaan yang terbuat dari batu.

Bangunan sederhana ini dalam bahasa Bali disebut "Bebaturan". Batu yang ditemukan itu bentuknya aneh, yakni tidak rata atau banyak tonjolan. Dalam bahasa Bali, tidak rata atau penuh tonjolan ini disebut "meringgit".

Karena tempat ini dikenal sebagai "Batu Meringgit," nama Baturiti mulai digunakan untuk merujuk pada wilayah ini.

Selain itu, saat penduduk menggali tanah untuk membangun pondasi, mereka sering menemukan batu dengan permukaan yang tidak rata dan bergelombang, yang oleh masyarakat setempat disebut "Pegriti."

Dari gabungan dua kata ini, "Batur" dan "Riti," terbentuklah nama "Baturiti," yang menjadi sebutan resmi untuk desa tersebut hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, Desa Baturiti berkembang menjadi lebih besar dan akhirnya dimekarkan menjadi empat desa baru, yaitu Desa Angseri, Desa Bangli, Desa Candikuning, dan Desa Batunya.

Pemekaran ini merupakan bagian dari upaya untuk mengelola wilayah dengan lebih efektif dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat setempat.

Sejak berdirinya pada tahun 1883, Desa Baturiti telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan.

Kepala desa pertama yang menjabat adalah I Nyoman Tabeng, yang memimpin dari tahun 1883 hingga 1902.

Setelahnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh I Nyoman Rundah, I Ketut Pageh, I Wayan Sadra, I Ketut Berata, Drs. I Made Giriarta, I Gde Ketut Nugrahita Pendit, I Made Jamurta, I Wayan Arta Wijaya, SH, hingga saat ini dipimpin oleh I Ketut Matra, SH.

I Gde Ketut Nugrahita Pendit yang menjabat pada tahun 2001 sampai 2004 saat ini merupakan anggota DPRD Bali, dan pernah jadi anggota DPRD Tabanan. ***

 

Editor : Y. Raharyo
#bali #Baturiti #sejarah #desa #tabanan