BALIEXPRESS.ID - Tewasnya wanita asal Prancis inisial AI, 38, di sebuah kamar hotel kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Minggu (1/9), menyisakan kisah memilukan.
Ternyata sehari sebelum diduga mengakhiri hidup, korban sengaja meninggalkan anaknya di Polsek Kuta Utara.
Warga negara asing tersebut datang ke Mapolsek Kuta Utara bersama anak laki-lakinya yang berusia sekitar empat tahun.
Dia awalnya mengaku hendak membuat laporan polisi. Kemudian, wanita itu membuat alasan bahwa akan membayar ojek online di luar.
Namun, AI malah menghilang dan meninggalkan anaknya di kantor polisi. Kejadian itu viral di media sosial.
Mengenai bocah yang ditinggalkan ini, Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara AKP I Made Mangku Bunciana membenarkan bahwa dia adalah anak dari AI.
"Benar, dari keterangan anak itu dan rekaman CCTV di kantor (Mapolsek Kuta Utara)," ucapnya.
Sembari menghibur anak itu, Polisi sempat mengantarnya ke villa yang sebelumnya ditinggali bersama sang ibu, hanya saja di sana tidak ada AI. Sehingga, diduga AI langsung menuju hotel di Canggu untuk mengakhiri hidup setelah meninggakkan anaknya.
Menindaklanjuti masalah ini, Poksek Kuta Utara berkoordinasi dengan Konsulat Prancis dan menyerahkan anak agar mendapatkan perlindungan dan kembali bertemu keluarganya.
Seperti diketahui, seorang wanita asal Prancis inisial AI, 38, tewas tergantung di sebuah kamar hotel, Jalan Raya Batu Bolong, Banjar Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (1/9).
Kondisi turis wanita ini saat ditemukan sangat mengenaskan.
Selain tergantung, terdapat banyak luka bekas sayatan di beberapa bagian tubuhnya.
Menurut Ipda Putu Sukarma, kondisi wanita dengan tinggi badan 173 cm tersebut telanjang bulat.
Ditemukan banyak luka sayatan, dengan rincian tiga sayatan di leher, tujuh sayatan di pergelangan tangan kiri.
Kemudian 10 sayatan tipis di pergelangan tangan kanan, lima sayatan dalam di pergelangan tangan kanan, satu sayatan paha kaki kiri dan satu sayatan betis kaki kiri.
"Kemaluan mengeluarkan cairan dan Anus tidak mengeluarkan kotoran," imbuhnya.
Selain itu, petugas mendapati ada pisau yang diduga dipakai menyayat diri, obat Lexomil 6 Mg (obat kecemasan) dan surat yang diduga ditulis oleh korban.
Selanjutnya, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan Ambulance BPBD Badung.
Editor : Nyoman Suarna