Salah satu indikator penting dalam pengembangan desa wisata adalah partisipasi perempuan, yang saat ini masih menjadi tantangan besar.
Target partisipasi perempuan yang idealnya mencapai 30 persen masih sulit dicapai, sehingga kriteria yang ditetapkan saat ini adalah 15 persen.
Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengatakan, kepada perempuan-perempuan yang berada di desa wisata, khususnya di desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, diharapkan agar mereka memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal.
Kesejahteraan dan kesetaraan penghasilan menjadi perhatian utama, dengan komitmen bahwa tidak akan ada perbedaan dalam upah antara laki-laki dan perempuan.
“Ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa kesetaraan gender menjadi bagian integral dari pengembangan desa wisata,” ujarnya saat berkunjung ke Desa Wisata Les, belum lama ini.
Meski demikian, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus terus diupayakan, tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga di industri lainnya.
Komitmen dari para pemilik dan pengelola sangat krusial dalam memberikan kesempatan dan kesetaraan tanpa membedakan gender.
Dalam dua bulan ke depan, diharapkan ada kemajuan dalam menyelesaikan isu-isu terkait, termasuk perkawinan anak. Berdasarkan data dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), target untuk perkawinan anak adalah 8 persen, dan hasil yang dicapai menunjukkan bahwa target tersebut telah terlampaui.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, tokoh agama, dan tokoh adat yang telah berperan penting dalam mengatasi masalah perkawinan anak.
Baca Juga: Atta Halilintar Doakan Juara Liga 1 Indonesia Sukses di ACL; Semoga Ketemu Timnya Cristiano Ronaldo
Selain itu, perlunya treatment khusus untuk pulau-pulau dengan angka eksploitasi anak yang tinggi juga menjadi perhatian.
Gubernur, Bupati, dan Walikota diharapkan memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayahnya masing-masing, untuk memastikan keberhasilan program-program yang telah dirancang.
"Dengan memperkuat peran perempuan di tingkat desa, kita berupaya mengurangi kekerasan dan memastikan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan," ungkap Menteri Bintang. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana