BALIEXPRESS.ID – Pondok Literasi Sabih, di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, merupakan sebuah pusat literasi yang berfokus pada peningkatan budaya baca dan tulis.
Pondok ini kembali menerima kunjungan dari mahasiswa dan dosen dari Universitas Toyo, Jepang.
Secara tidak langsung, kunjungan tersebut menjadi langkah kolaborasi internasional dengan Universitas Toyo, Jepang. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan pendidikan serta memperkenalkan program-program literasi lintas budaya antara Indonesia dan Jepang.
Baca Juga: Pesta Ulang Tahun dengan Menu Daging Anjing Digerebek di Tabanan Bali, Begini Pengakuan Pelaku
Pendiri Pondok Literasi Sabih, I Wayan Sadyana mengatakan, kedatangan mahasiswa Universitas Toyo ke Pondok Literasi Sabih terselenggara berkat kerjasama Pondok Literasi Sabih Pedawa dengan Jaringan Ekowisata Desa (JED).
Jaringan Ekowisata Desa (JED) adalah sebuah lembaga perkumpulan yang bergerak dalam bidang pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dan kebudayaan.
“Rombongan yang terdiri dari 18 mahasiwa dan satu orang dosen pendamping juga menginap semalam untuk merasakan kehidupan Masyarakat desa Pedawa,” tuturnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/9).
Baca Juga: Kehadiran BSI Pada PON Aceh-Sumut 2024, Bukti Komitmen Kuat Dukung Pengembangan Ekonomi & Olahraga
Sebelumnya, kolaborasi internasional juga pernah dilakukan. Kebanyakan yang datang adalah mahasiswa dari Jepang.
Tak heran, mengingat Wayan Sadyana adalah dosen Bahasa Jepang di Undiksha Singaraja. Maka ia pun menggunakan jaringannya untuk menjalin kolaborasi lintas budaya, agar anak-anak di Desa Pedawa dapat mempelajari budaya yang berbeda dengan sudut pandang yang positif.
Kegiatan kolaborasi dengan pihak asing adalah kegiatan yang berlangsung beberapa kali sejak didirikanya Pondok Literasi Sabih, tahun 2018.
Komunitas literasi ini pernah melakukan kegiatan kolabiratif dengan mahasiswa dari Universitas Ohkagakuen (2019), Universitas Iwate (2018, 2019 dan 2023) dan sejumlah siswa SMP dan SMA dari kota HITA Jepang.
Selain lembaga-lembaga tersebut, Pondok Literasi Sabih juga pernah bekolaborasi dengan SMA Bali Mandara, Balai Bahasa, dan beberapa relawan dari Australia dan Jepang.
“Kerjasama ini akan melibatkan pelajar, dosen, serta proyek penelitian bersama yang berkaitan dengan pendidikan literasi, kebudayaan, dan inovasi teknologi di bidang pendidikan. Kegiatan bersama anak-anak yang ringan-ringan saja. Minimal mereka saling mengetahui budaya Bali (Pedawa) dan Jepang seperti apa,” terangnya.
Baca Juga: Warganet Serbu Akun Instagram BKSDA Bali; Bandingkan Kasus Nyoman Sukena dan Giri Prasta
Diketahui, Pondok Literasi Sabih (PLS) Desa Pedawa adalah komunitas belajar yang didirikan pada 18 Agustus 2018, berawal dari kegiatan belajar bahasa Inggris bagi anak-anak sekitar. Seiring waktu, jumlah anak-anak yang bergabung meningkat, sehingga komunitas ini berkembang menjadi tempat belajar yang mencakup bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Bali, budaya Pedawa, dan mesatua Bali.
Nama "Sabih" berasal dari nama wilayah setempat, yang kemudian dijadikan akronim "Sarining Aksara Budhi Indrya Hayu," bermakna "mewujudkan kehalusan budi dan indra melalui inti sari aksara." Komunitas ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki literasi baik dan berkarakter mulia.
Terinspirasi dari tembang klasik geguritan Tamtam, PLS mengajarkan anak-anak untuk berpikir global melalui bahasa asing dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Selain pelajaran bahasa Inggris dan Jepang, komunitas ini juga menanamkan pengetahuan tentang budaya Pedawa dan Bali Aga, serta melestarikan nilai-nilai unik desa Pedawa. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana