Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Heboh Dugaan Hipnotis di Desa Dapdap Putih Buleleng, Ternyata Salah Paham, Polisi Ungkap Kejadian Sebenarnya

I Made Mertawan • Sabtu, 14 September 2024 | 14:11 WIB
Tangkapan layar M diamankan warga karena disebut melakukan hipnotis di Desa Dapdap Putih, Buleleng pada Selasa (10/9/2024). Kini kasus berakhir damai, karena salah paham saja.
Tangkapan layar M diamankan warga karena disebut melakukan hipnotis di Desa Dapdap Putih, Buleleng pada Selasa (10/9/2024). Kini kasus berakhir damai, karena salah paham saja.

BALIEXPRESS.ID- Kabupaten Buleleng, Bali sempat dihehohkan dengan kasus dugaan hipnotis di Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu.

Dugaan hipnotis ini terjadi pada Selasa (10/9/2024). Seorang pria yang disebut-sebut sebagai pelaku diamankan warga.

Aksi sigap warga mengamakan pria berinisial M,42, asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di jalan raya desa ini direkam warga lain.

Namun, M membantah dan mengaku hanya menerima uang sebesar Rp2,5 juta.

Warga yang merasa menjadi korban akhirnya mengamankan M, sebelum membawanya ke kantor desa dan selanjutnya ke Mapolsek Busungbiu.

Berdasarkah hasil penyelidikan polisi, kejadian itu bukan hipnotis, dan kasus ini berakhir damai.

”Dari hasil penyelidikan, memang benar ada terkait uang Rp2,5 juta. Bukan Rp40 juta (seperti disebutkan sebelumnya). Dari pihak korban tidak permasalahkan dan sudah ada surat kesepakatan. Jadi laporan tidak dilanjutkan,” ujarnya Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika.

Menurut Diatmika, tidak ada indikasi hipnotis atau penipuan dalam kasus ini. Peristiwa tersebut murni kesalahpahaman.

Ceritanya, M menawarkan minyak seharga Rp2,5 juta yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit.  Korban sepakat untuk membeli minyak tersebut.

Kemudian, anak korban mempertanyakan harga pembelian minyak yang menurutnya tidak wajar. 

"Kenapa beli minyak mahal? Nggak hipnotis? Kata anaknya begitu. Kemudian cek uang di lemari, hilang banyak,” terang Diatmika.

Berselang dua hari, M datang lagi ke sana, dan diamankan oleh warga setempat.

“Lagi dua hari (Selasa) orangnya datang lagi, diamankan, baru dicek, memang ada kesepakatan. Terkait uang hilang, bukan terduga pelaku yang ambil,” jelasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#hipnotis #buleleng