Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Sumberkima: Bermula dari Pelaut Bugis, Gunakan Air dari Kerang Kima

I Putu Mardika • Senin, 16 September 2024 | 04:59 WIB

Hasil Laut di Desa Sumberkima menjadi potensi pendapatan yangg menopang perekonomian di desa ini
Hasil Laut di Desa Sumberkima menjadi potensi pendapatan yangg menopang perekonomian di desa ini
BALIEXPRESS.ID-Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, memiliki cerita menarik yang layak ditelisik.

Dilansir dari website Desa Sumberkima, disebutkan jika cerita digali dari para tetua yang merupakan saksi sejarah sekaligus perintis desa ini, sehingga mengetahui asal-usulnya dan mengapa disebut Desa Sumberkima.

Berdasarkan penuturan saksi sejarah, sejarah Desa Sumberkima bermula sekitar tahun 1936, saat wilayah ini masih berupa hutan belantara.

Seorang pelaut dari Pulo (Bugis), Sulawesi Selatan, tiba di wilayah ini bersama anak buahnya. Mereka dikenal sebagai pelaut ulung yang mencari hasil laut seperti ikan dan kerang.

Ketika mereka tiba di sebuah tempat yang belum dikenal dan belum berpenghuni, mereka melihat daratan indah dengan pasir putih yang mengelilingi sebuah tanjung, yang sekarang dikenal sebagai Tanjung Rijasa, di Banjar Dinas Pegametan.

Namun, para pelaut kesulitan menemukan air bersih. Setelah menyisir pantai, mereka menemukan sumber air tawar yang mengalir dari pecahan kerang kima, meskipun dikelilingi oleh air laut.

Sumber air ini kemudian sering mereka gunakan, sehingga tempat tersebut dinamai Sumber Kima, yang berarti "sumber air dari kerang kima." Nama ini menjadi asal-usul Desa Sumberkima.

Sumber air tersebut masih terlihat saat air laut surut, dan lokasinya kini berada di Banjar Dinas Mandar Sari, Desa Sumberkima.

Pada sekitar tahun 1957, Desa Sumberkima meliputi wilayah Pejarakan, Sumberkelampok, dan Pemuteran, yang berada di bawah satu keperbekelan dengan pusat di Desa Sumberkima, yang terdiri dari Banjar Sumberkima dan Banjar Pemuteran.

Pada masa itu, masyarakat dibagi menjadi dua golongan: Banjar Hindu dan Banjar Islam.

Pada tahun 1966, Desa Pejarakan dibentuk setelah terpisah dari Kecamatan Seririt. Namun, kantor kecamatannya dipindahkan ke Desa Gerokgak, sehingga kecamatan tersebut sekarang dikenal sebagai Kecamatan Gerokgak.

Setelah itu, desa-desa seperti Sumberkelampok, Pejarakan, dan Pemuteran berdiri sendiri sebagai desa yang terpisah.

Potensi kelautan di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, memiliki berbagai aspek penting yang mendukung perekonomian dan kehidupan masyarakat setempat, terutama yang berada di pesisir utara Bali.

Desa Sumberkima terletak di pesisir Laut Bali yang kaya akan sumber daya laut. Masyarakat setempat, terutama nelayan, mengandalkan perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk dijual di pasar lokal maupun luar daerah.

Ikan-ikan seperti tuna, cakalang, kerapu, dan berbagai jenis ikan karang menjadi komoditas yang sering ditangkap.

Selain perikanan tangkap, budidaya laut juga mulai berkembang, terutama budidaya ikan kerapu dan kerang.

Budidaya ini memanfaatkan lahan perairan yang ada di sekitar desa dan didukung oleh kondisi laut yang bersih dan berpotensi tinggi untuk pengembangan lebih lanjut. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Wilayah laut di sekitar Sumberkima terkenal dengan keindahan terumbu karangnya yang masih relatif terjaga. Hal ini menarik wisatawan untuk kegiatan seperti snorkeling dan menyelam.

Ekosistem terumbu karang juga berfungsi sebagai habitat bagi banyak spesies laut yang penting secara ekologis dan ekonomis, menjadikannya aset bagi pelestarian lingkungan serta pariwisata berkelanjutan.

Pantai dan kawasan pesisir di Desa Sumberkima memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata bahari, seperti pantai Tanjung Rijasa dan kawasan lainnya yang memiliki keindahan alam yang menawan.

Kegiatan seperti menyelam, snorkeling, berlayar, dan menikmati pemandangan laut dapat menarik lebih banyak wisatawan ke daerah ini, membantu meningkatkan pendapatan lokal.

Selain ikan, sumber daya laut lainnya seperti kerang, udang, dan rumput laut juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga desa.

Pengembangan budidaya rumput laut di beberapa bagian wilayah pesisir juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.

Desa Sumberkima memiliki dermaga yang digunakan oleh nelayan lokal untuk kegiatan perikanan dan pelayaran. Infrastruktur kelautan yang ada mendukung mobilitas hasil laut, baik untuk konsumsi lokal maupun dijual ke luar daerah. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#sulawesi selatan #sumber air #pantai #Desa Sumberkima #gerokgak #Kerang Kima #sejarah #laut #Bugis #buleleng