BALIEXPRESS.ID- Tim gabungan Bea Cukai Ngurah Rai dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis ekstasi di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
Dua pelaku penyelundupan ekstasi ini merupakan pasangan kekasih asal Thailand berinisial RJ 33, dan WW,31.
Pasangan kekasih ini diamankan saat membawa 1,5 kilogram ekstasi.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh tim gabungan Bea Cukai dan BNNP Bali mengenai adanya dugaan penyelundupan narkoba oleh pasangan pria dan wanita yang tiba di Bali pada Minggu (8/9/2024).
Gerak-gerik kedua pelaku mulai mencurigakan setibanya di Bandara Ngurah Rai, hingga akhirnya alarm pintu pemeriksaan X-Ray berbunyi saat pria itu melintasi mesin pemindai.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan serbuk mencurigakan yang kemudian diketahui adalah ekstasi seberat 1,5 kilogram.
Namun, pemeriksaan terhadap tas wanita itu tidak menemukan barang mencurigakan.
Setelah interogasi, pria tersebut mengaku bahwa barang yang dibawanya adalah narkoba.
"Selain pengakuan, hasil lab, BB itu adalah serbuk ekstasi seberat 1,5 kg," ungkap petugas Bea Cukai pada Minggu (15/9/2024).
Setelah penggeledahan dan pengakuan dari pelaku, barang bukti tersebut diserahkan kepada pihak BNNP Bali untuk pengembangan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pengembangan, pria Thailand tersebut mengungkapkan bahwa narkoba itu dipesan oleh seorang warga Indonesia bernama Danil.
Tim gabungan kemudian melakukan operasi penyamaran untuk memancing Danil keluar dan bertemu dengan pelaku.
Danil berhasil ditangkap saat hendak mengambil barang bukti narkoba tersebut.
“Kami masih kembangkan siapa bos dari Danil dan jaringannya," kisah sumber.
Hingga kini, BNNP Bali masih melakukan penyelidikan terkait pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional ini.
Pria asal Thailand itu mengaku hanya dititipkan paket tersebut tanpa mengetahui isinya.
Sementara itu, wanita yang merupakan pacar pelaku masih diperiksa sebagai saksi.
Danil, pria Indonesia yang ditangkap dalam operasi tersebut, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Ketika dimintai keterangan, Humas BNNP Bali, Made Dwi Saputra, enggan memberikan informasi lebih lanjut.
"Sabar ya, karena kami akan melakukan press realase secara resmi. Tunggu rilis resminya,” katanya. (*)
Editor : I Made Mertawan